Suara.com - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengatakan UKM saat ini menjadi penyangga ekonomi nasional di tengah ketidakpastian akibat pandemi Covid-19. Ia menyebut, UKM mampu menahan angka pengangguran dan menekan angka kemiskinan.
“UMKM itu sudah berkali-kali menghadapi situasi sulit, krisis. Kelebihan dari UKM yang kecil-kecil ini cepat melakukan perubahan. Banting stirnya itu cepat,” ucapnya dalam sebuah webinar “Kiat Inovasi Kreatif UKM Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19; Belajar Dari Para Survivor dan Master,” yang ditulis Minggu (11/10/2020).
Ia mengungkap, alasan itulah yang membuat pemerintah mengalokasikan anggaran yang besar dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Ada pula program program restrukturisasi pinjaman termasuk memberikan hibah modal kerja bagi yang belum bankable.
“Dari sisi demand kita coba bantu penyerapan lewat belanja kementerian dan lembaga. Kami mendapatkan komitmen dari Kementerian BUMN, capex di bawah Rp 14 miliar ini sekarang diperuntukan untuk UMKM,” tambahnya.
Selain itu, Kemenkop UKM telah membuat beberapa program pendampingan, konsultasi, pelatihan, baik secara online atau virtual. Tujuannya, untuk membantu UKM melakukan adaptasi dan inovasi bisnis dalam merespon perkembangan baru, khususnya dalam hal teknologi.
“Sekarang baru 13 persen UMKM kita yang sudah terhubung ke platform digital. Kita dorong percepatan, transformasi, karena ini akan memberikan manfaat, akses pasar yang lebih besar, termasuk akses pembiayaan,” bebernya.
Dalam kenyataannya, penyedia platform digital berskala besar sudah bisa mengakses lebih sekitar 97 persen wilayah Indonesia. Akan tetapi, Teten mengakui kalau tidak semua UKM bisa berjualan di platform digital dalam skala market nasional, mengingat kapasitas produksi dan SDM yang terbatas.
“Ini akan sangat membantu bagi UKM-UKM. Sekarang banyak platform digital dengan market yang lebih kecil yaitu di tingkat daerah. Kami juga menyediakan platform digital sederhana, e-Brochure Smesco, untuk membantu UMKM yang memang belum siap jualan di platform digital yang lebih besar,” tandasnya.
Dari situ, Kemenkop UKM akan melakukan edukasi, kurasi, dan inkubasi agar pelaku usaha siap masuk ke platform digital. Tuntutan digitalisasi itu makin mendesak, karena dalam catatan Kemenkop UKM, selama pandemi berlangsung transaksi harian penjualan digital atau via e-commerce di sepanjang triwulan II/2020 mencapai Rp 4,8 juta, naik signifikan dibanding periode sama tahun sebelumnya yang masih sebesar Rp 3,1 juta.
Baca Juga: Terganjal Pandemi, OPREC Organisasi dan UKM UNY Tetap jalan
Sementara, persentase konsumen yang baru pertama kali berbelanja online selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mencapai 51 persen.
Dalam kesempatan yang sama, CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi Muhamad Ihsan menuturkan kondisi pandemi saat ini mengajarkan kalau proses digitalisasi akan selalu berjalan dengan cepat. Dikatakan, digitalisasi itu perlu dilihat sebagai terobosan yang postif agar bisa membangkitkan perekonomian lewat UMKM.
“Para pengusaha restoran yang kehilangan pengunjung, mengubah pola penjualannya lewat frozen food. Para pelaku bisnis travel, merubah strategi dengan menjual virtual tour. Para pelaku bisnis music dan MICE melakukan pertunjukan dan seminar via virtual. Pada intinya, semua mengeluarkan energi kreatif agar bisnisnya tetap bertahan,” ujarnya menambahkan.
Tag
Berita Terkait
-
Terganjal Pandemi, OPREC Organisasi dan UKM UNY Tetap jalan
-
Dukung UKM, Ada Diskon Voucher dari Visa untuk Belanja Online!
-
Penyerapan BLT UMKM Rp 2,4 Juta Capai 72,46 Persen
-
Cerita Lindawaty, Sukses Cetak UKM Makanan Lewat Program Kursus Online
-
UMKM Tak Bisa Bertahan Menghadapi Pandemi Bisa Jadi Kelompok Miskin Baru
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman