- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengakuisisi saham baru Jubilee Metals Limited senilai Rp346,93 miliar pada 18 Desember 2025.
- Akuisisi ini memberikan BUMI kepemilikan mayoritas 64,98% di JML sebagai bagian dari diversifikasi bisnis.
- Investor memprediksi BUMI berpotensi masuk MSCI Indonesia Index Februari 2026 karena likuiditas dan dana asing.
Suara.com - Raksasa pertambangan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) baru saja merampungkan aksi korporasi penting dalam rangka transformasi bisnisnya.
BUMI secara resmi menuntaskan proses akuisisi terhadap 3,31 juta lembar saham baru yang diterbitkan oleh perusahaan asal Australia Barat, Jubilee Metals Limited (JML).
Nilai investasi yang digelontorkan BUMI dalam transaksi ini mencapai Rp346,93 miliar atau setara dengan AU$31,47 juta.
Dengan rampungnya transaksi pada 18 Desember 2025 tersebut, BUMI kini memegang kendali mayoritas dengan porsi kepemilikan sebesar 64,98% di tubuh JML.
Direktur BUMI, RA Sri Dharmayanti, menegaskan bahwa pengambilalihan JML merupakan bagian integral dari peta jalan transformasi perusahaan.
Langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan BUMI dalam melakukan diversifikasi portofolio bisnis agar tidak lagi hanya bergantung pada komoditas batubara.
"Langkah strategis ini selaras dengan rencana jangka panjang perusahaan untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi para pemegang saham," jelas Sri Dharmayanti. Ia menambahkan bahwa ekspansi ke sektor mineral melalui JML diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas dan pertumbuhan kinerja operasional perseroan di masa depan.
Di sisi lain, performa saham BUMI di lantai bursa kian mencuri perhatian para pelaku pasar modal.
Hendra Wardana, Analis Pasar Modal sekaligus pendiri Republik Investor, mencermati adanya ekspektasi besar mengenai potensi masuknya BUMI ke dalam daftar MSCI Indonesia Index pada Februari 2026 mendatang.
Baca Juga: Target Harga Surge (WIFI) Usai Kinerja Naik 155 Persen
Menurut Hendra, peluang tersebut didasarkan pada perhitungan kapitalisasi pasar berbasis free float yang menjadi kriteria utama penilaian MSCI.
Struktur kepemilikan publik yang semakin sehat dan likuiditas transaksi yang melonjak dalam beberapa bulan terakhir menjadi landasan kuat bagi BUMI untuk "naik kelas" ke panggung investasi global.
Indikasi BUMI mulai dilirik sebagai aset investasi struktural, bukan sekadar komoditas trading harian, terlihat dari tingginya minat investor mancanegara. Beberapa fakta menarik terkait aktivitas pasar BUMI meliputi:
Net Buy Asing: Tercatat akumulasi beli bersih oleh investor asing mencapai kisaran Rp520 miliar.
Volume Transaksi: Pergerakan saham mencapai angka yang sangat likuid sebesar 1,8 miliar lembar saham.
Sentimen Pasar: Pasar mulai mengantisipasi BUMI sebagai kandidat investasi yang memiliki kelayakan tinggi di mata investor global.dra.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa
-
BEI Wajibkan Free Float hingga 25 Persen untuk Perusahaan yang Hendak IPO