- Kementerian ESDM sedang menguji coba penerapan mandatori B50 pada kendaraan berat, kereta, kapal, dan alat pertanian sebelum berlaku 2026.
- Implementasi penuh B50 direncanakan paling cepat pada semester kedua tahun 2026 jika semua proses uji coba berjalan sukses.
- Mandatori B50 bertujuan mengurangi impor solar, melanjutkan program B40 yang berhasil menghemat devisa Rp 107 triliun pada 2025.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan mandatori B50 yang akan diberlakukan pada semester dua 2026 saat ini masih dalam proses uji coba di sejumlah kendaraan berat.
Uji coba dilakukan untuk memastikan keadaan mesin, sebelum biodiesel 50 persen atau B50 diterapkan ke seluruh kendaraan.
"Nah sekarang masih berlanjut. Jadi kita tes ini di alat-alat berat, di kereta, kapal, alat pertanian. Semua yang berbau itu semua kita sekarang lagi tes secara paralel," kata Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia di Jakarta dikutip Minggu (21/12/2025).
Ia menjelaskan, proses uji coba akan berlangsung selama kurang lebih 6 hingga 7 bulan. Uji coba mulai dilakukan sejak dua minggu yang lalu.
Bahlil menyebut kondisi mesin kendaraan akan terlihat pada 2 hingga 3 bulan setelah uji coba dilakukan. "Makanya dibutuhkan waktu 6 bulan untuk bisa kita melakukan penyesuaian," katanya.
Mantan Menteri Investasi dan Hilirisasi ini memastikan, jika proses uji coba berhasil, implementasikan B50 akan dijalankan pada semester dua 2026, sesuai target yang ditetapkan pemerintah.
"Dengan time schedule yang seperti itu, maka dapat dipastikan, andaikan B50 kita implementasikan, katakanlah sukses dalam tes, maka itu kemungkinan besar dilakukan pada semester ke-2 paling cepat," ujar Bahlil.
Sebagaimana diketahui penerapan mandatori B50 bertujuan untuk menekan ketergantungan terhadap impor solar. B50 merupakan 50 persen campuran bahan bahan bakar nabati atau biodiesel yang bersumber dari minyak mentah kelapa sawit (crude palm oil /CPO) yang diolah.
Pada 2025, mandatori B40 telah diperlakukan. Hasilnya berkontribusi terhadap penghematan devisa negara sebesar Rp 107 triliun.
Baca Juga: Jurus Bahlil Amankan Stok BBM di Wilayah Rawan Bencana Selama Nataru
Kementerian ESDM mencatat, realisasi penyerapan biodiesel hingga 6 November 2025 mencapai sekitar 12,11 juta kiloliter (kl). Realisasi itu mencapai 77,8 persen dari target penyerapan sebesar 15,6 juta kl.
Adapun kapasitas produksi biodiesel nasional mencapai 22 juta kl yang terdiri dari 28 pabrik biodiesel, dan 25 badan usaha untuk bahan bakar nabati. Produsen itu tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Jawa.
Dengan adanya mandatori B40 juga memberikan terhadap nilai tambah crude palm oil (CPO). Tercatat hingga November 2025 telah mencapai Rp 16,89 triliun.
Di sisi lain untuk memastikan ketersediaan CPO pemerintah tengah mempersiapkan tiga opsi, pemberlakuan Domestic Market Obligation (DMO), peremajaan perkebunan sawit yang sudah ada atau intensifikasi, dan pembukaan lahan baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran
-
Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk
-
Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas
-
Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
-
Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!
-
Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci
-
Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan
-
Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat
-
Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun
-
Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026