- Wakil Menteri Keuangan menyatakan penerimaan pajak November 2025 membaik dibandingkan capaian bulan Oktober sebelumnya.
- Realisasi penerimaan pajak neto hingga November 2025 tercatat sebesar Rp1.634,43 triliun, naik 2,5 persen dari bulan Oktober.
- Per 18 Desember 2025, Wamenkeu menyampaikan data ini dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu Jakarta.
Suara.com - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan kalau penerimaan pajak mulai membaik di November 2025 ketimbang penerimaan pada Oktober lalu.
"Di bulan November 2025, progress atau kinerja dari pengumpulan pajak kita membaik dibandingkan hasil atau capaian pada bulan Oktober yang lalu," katanya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Wamenkeu Sua memaparkan realisasi penerimaan pajak bruto hingga November 2025 mencapai Rp 1.985,48 triliun. Sedangkan penerimaan pajak neto, yang sudah dikurangi restitusi dan diterima bersih negara, mencapai Rp 1.634,43 triliun per November 2025.
Realisasi penerimaan pajak neto ini masih 78,7 persen dari outlook 2025. Namun jika dibandingkan dari Oktober lalu (month to month atau mtm), angkanya naik 2,5 persen.
Berikut realisasi penerimaan pajak neto hingga November 2025 beserta persentase dari outlook:
- PPh Badan = Rp 263,58 triliun atau -9 persen
- PPh Orang Pribadi dan PPh 21 = Rp 218,31 triliun atau -7,8 persen
- PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 = Rp 305,43 triliun atau 1,4 persen
- PPN dan PPnBM = Rp 660,77 triliun atau -6,6 persen
- Lainnya = Rp 186,33 triliun atau 21,5 persen
Sua mengharapkan kalau PPN dan PPnBM bisa tumbuh lebih kuat hingga akhir Desember 2025. Pasalnya kedua pajak tersebut dianggap sebagai denyut nadi perekonomian Indonesia.
Menurutnya, PPN bisa muncul apabila ada transaksi. Apabila tidak ada transaksi, maka negara tidak menerima PPN.
"Jadi kalau PPN-nya sudah tumbuh positif, berarti transaksi sudah tumbuh positif. Ini adalah denyut nadi perekonomian kita yang kita ukur lewat PPN," imbuhnya.
PPN dan PPnBM per November 2025 sendiri tercatat Rp 660,77 triliun. Angkanya membaik dari Rp 556,61 triliun per Oktober 2025.
Baca Juga: 4 Mobil Bekas dengan Pajak Tahunan Murah, Mulai dari Rp 900 Ribu
"Kita tetap berharap akhir desember ini akan terjadi perbaikan yg lebih baik lagi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
4 Mobil Bekas dengan Pajak Tahunan Murah, Mulai dari Rp 900 Ribu
-
5 Motor dengan Pajak Tahunan Termurah Mulai dari Rp 60 Ribu
-
Cara Menghitung Pajak Mobil Tahunan dan 5 Tahunan agar Tidak Salah Budget
-
5 Pilihan Mobil yang Pajak Tahunannya di Bawah Rp1 Juta, Irit buat Harian
-
Viral di Medsos, Purbaya Bantah Bantuan Bencana Sumatra dari Luar Negeri Kena Pajak
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri
-
Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah