Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tetap santai melihat rasio utang Indonesia yang terus membengkak, bahkan salah satu media dalam pertemuan tahunan IMF-World Bank pun menobatkan Indonesia sebagai peminjam utang terbaik.
Sikap santai Sri Mulyani ditunjukan karena dirinya membandingkan rasio utang yang dimiliki Indonesia dengan negara lain, menurutnya bahwa rasio utang RI masih dalam kadar yang aman.
"Rasio utang kita itu 38,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) karena defisit 6,3 persen," kata Sri Mulyani dalam konfrensi pers APBN Kita secara virtual, Senin (19/10/2020).
Dirinya menekankan rasio utang Indonesia masih lebih rendah dibandingkan Jepang, Jerman, China hingga Thailand yang kenaikannya sudah mencapai 100 persen terhadap PDB.
"Jepang rasio utangnya tembus 266,2 persen dari PDB. Jerman saja utangnya sudah tembus 73 persen dari PDB lalu Tiongkok utangnya mencapai 61,7 persen dan Thailand utangnya mencapai 50,4 persen," katanya.
Dia menekankan tingkat utang Indonesia masih tetap terjaga dan rendah. Hal ini seiring adanya pemulihan ekonomi yang sudah terlihat nantinya pada akhir tahun 2020.
"Utang masih tetap terjaga dengan penambahan utang yang masih minimal," katanya.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan, bahwa tren kenaikan utang secara global ini terjadi karena banyak negara memperlebar defisit anggaran mereka.
Pelebaran bahkan terjadi secara besar di negara yang selama ini menerapkan defisit secara hati-hati.
Baca Juga: Lembaga Asing Puji UU Cipta Kerja, Sri Mulyani: Mereka Melihat Harapan
Dari data Bank Dunia tersebut sepanjang tahun lalu atau 2019, utang luar negeri Indonesia mencapai 402,08 miliar dollar AS atau sekitar Rp 5.910 triliun.
Angka ini naik 5,92 persen dari posisi 379,58 miliar dollar AS atau Rp 5.579 triliun (dengan asumsi kurs Rp 14.700 per dollar AS) pada 2018.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura
-
Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim
-
Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang
-
Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM
-
Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi
-
Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga
-
Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo
-
BRI Siap Sedia Layani Nasabah Lebaran 2026: 627 Ribu E-Channel Aktif Layani Nasabah 24 Jam
-
[HOAKS] Presiden Prabowo Resmikan KUR BRI Tanpa Agunan