Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2020 berada direntang minus 2,9 persen hingga minus 1 persen.
Itu berarti perekonomian nasional dipastikan sudah masuk ke dalam jurang resesi karena pada kuartal II kemarin, pertumbuhan ekonomi minus 5,32 persen akibat pandemi virus corona atau Covid-19.
"Kuartal III kita perkirakan pertumbuhan ekonomi pada kisaran minus 2,9 persen hingga minus 1 persen," ucap Sri Mulyani saat konferensi pers APBN Kita secara virtual, Senin (19/10/2020).
Namun kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, kondisi ekonomi pada kuartal III sudah sangat lebih baik dibandingkan dengan kuartal II, hal tersebut terlihat dari beberapa indikator ekonomi yang telah menunjukkan perbaikan.
Hal tersebut sejalan dengan perkiraan lembaga ekonomi dunia yang menyebut kuartal III kondisinya jauh lebih baik.
"Ini artinya beberapa daerah, utamanya negara advance ada pemulihan cepat di kuartal III. Pada bulan lalu kontraksi di semua negara mengalami kontraksi yang sangat dalam," kata Sri Mulyani.
Meski begitu, kondisi ekonomi dunia bisa saja akan mengalami perubahan jika penyebaran virus Covid-19 semakin meningkat.
"Risiko utama tetap sama apakah Covid-19 bisa dikelola, terutama ancaman second wave dan apakah kesediaan vaksin berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Meski banyak pandangan soal vaksin ini, tapi outlook-nya sudah ada penyediaan vaksin," pungkasnya.
Baca Juga: Cibir Sri Mulyani Menkeu Terbaik untuk Asing, Fadli Zon Disindir Yunarto
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Emas Antam Tiba-tiba Anjlok Tajam, Tapi Masih Dibanderol Rp 3 Juta/Gram
-
Petani Terancam, Wacana Pembatasan Tar-Nikotin Dinilai Bisa Ganggu Serapan Hasil Panen
-
Cetak Laba Rp68,11 Miliar, Emiten CASH Fokus di Sistem Pembayaran Digital
-
Rupiah Masih Belum Punya Tenaga, Dolar AS Masih di Level Rp16.839
-
Produsen Mie Sedaap PHK Massal Jelang Lebaran 2026 Demi Hindari Bayar THR
-
IHSG Bangkit dari Koreksi, Kembali ke Level 8.300
-
McDonald's RI Mulai Ekspansif Lagi
-
Impor Pikap India Lebih Murah, Agrinas Klaim Efisiensi Rp 46,5 Triliun
-
Duo Emiten 'BUMI' Masuk Daftar Saham Paling Banyak Dibeli dan Dijual Asing
-
Gaduh Perjanjian Dagang RI-AS, Prof Harris: Jaga Kedaulatan Jangan Pakai Emosi Sesaat!