Suara.com - Sejak akhir tahun lalu, dunia dikejutkan dengan merebaknya Novel Coronavirus (SARS-CoV-2), penyebab Covid-19. Setelah China, virus ini menyebar ke Eropa, Amerika, termasuk Asia.
Berdasarkan WorldoMeter, pada 26 Oktober 2020, kasus Covid-19 di dunia telah mencapai 43.346.266 dan telah menyebabkan 1.159.093 kematian di seluruh dunia. Di Indonesia, berdasarkan data dari covid19.go.id, Sabtu (24/10/2020), mencapai 385.980 kasus, yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Indonesia sendiri berhadapan dengan virus ini di akhir Februari 2020. Setelah itu, jumlah penderita Covid-19 naik secara signifikan, menyusul negara-negara lain di berbagai belahan dunia yang juga mengalami hal yang sama.
Beberapa waktu lalu, di sebuah acara di Jenewa, Swiss, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, Virus Corona SARS-CoV-2 mampu hidup di udara (airborne). Hal ini berarti, manusia bisa terinfeksi Covid-19 jika menghirup udara yang terpapar virus tersebut.
Menggarisbawahi kesimpulan WHO tersebut, Sharp mengumumkan temuan barunya melalui sebuah acara webinar, yang diadakan belum lama ini. PT Sharp Electronics Indonesia menyatakan, untuk pertama kalinya di dunia, teknologi Plasmacluster yang dimilikinya telah lolos uji dalam upaya menurunkan risiko penularan Covid-19 melalui udara.
“Ini merupakan kontribusi yang dapat dilakukan oleh Sharp dalam membantu menjaga kesehatan konsumen setianya di seluruh dunia,” ujar Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka.
Inovasi Sharp ini merupakan bagian dari kerja sama dengan sejumlah pakar dan ahli, yaitu Profesor Jiro Yasuda dari Pusat Penelitian Nasional untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Institute of Tropical Medicine, Universitas Nagasaki, Profesor Asuka Nanbo (anggota Dewan Perkumpulan Virologi Jepang) Universitas Nagasaki, dan Profesor Hironori Yoshiyama dari Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Shimane (yang juga anggota dewan institusi yang dihormati secara internasional dalam penelitian penyakit menular di Jepang).
Plasmacluster Kurangi 91.3 Persen Virus dalam 30 Detik
Untuk menguji kemampuannya melumpuhkan virus, Sharp telah beberapa kali melakukan serangkaian uji coba pada teknologi Plasmacluster. Dalam penelitian terbaru disimpulkan, ion Plasmacluster dapat menurunkan jumlah titer Virus SARS-CoV-2 penyebab COVID19 yang melayang di udara (airborne) hingga 91.3 persen hanya dalam 30 detik (pengetesan dilakukan di dalam ruang uji khusus).
Baca Juga: Kegiatan Sosial Sharp di Tengah Pandemi Berbuah Manis
Sejak tahun 2000, Sharp telah bekerja sama dengan tiga puluh lembaga penelitian independen di delapan negara dunia.
Lembaga-lembaga tersebut telah membuktikan secara klinis soal kemampuan Plasmacluster dalam menekan aktivitas zat berbahaya, termasuk Virus Influenza pandemi baru, bakteri yang resistan terhadap obat, dan alergen tungau, dan mengurangi tingkat peradangan bronkial pada anak-anak penderita asma.
Penelitian-penelitian lanjutan pun sudah dilakukan. Pada tahun 2004, Sharp mampu membuktikan efektivitas teknologi Plasmacluster terhadap Virus Corona yang menyebar melalui kucing.
Pada tahun berikutnya, yaitu 2005, Sharp kembali membuktikan efektivitas Plasmacluster terhadap virus asli SARS coronavirus (SARS-CoV), yang menyebabkan wabah pada 2002-2003, yang secara genetik mirip dengan SARS-CoV-2.
Teknologi Plasmacluster dari Sharp terbukti efektif mencegah virus dan kuman yang mampu mengotori udara, sehingga mampu menciptakan udara yang lebih bersih dan sehat untuk makhluk hidup. Teknologi ini menghasilkan ion-ion positif dan negatif di alam.
Setelah menjernihkan udara, ion akan berubah menjadi partikel air dan kembali ke udara. Sharp selalu mengembangkan cara terbaru bagi Plasmacluster untuk memberi banyak keuntungan bagi masyarakat.
Berita Terkait
-
Kegiatan Sosial Sharp di Tengah Pandemi Berbuah Manis
-
Diklaim Bunuh Covid-19, Sharp Beber Hasil Penelitian Teknologi Plasmacuster
-
Mercedes-Benz Terancam Tak Boleh Jual Mobil di Negara Asal, Kok Bisa?
-
Si Ringan Sharp Aquos Zero 2, Nyaman Buat Bermain Game
-
Masuk Pasar Laptop Indonesia, Sharp Luncurkan Dynabook Satellite Pro
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Airlangga Klaim Indonesia Resmi Swasembada Solar, Tak Perlu Impor Lagi
-
Jurus Purbaya Ciptakan Indonesia Emas 2045 lewat Ekonomi
-
Rupiah Masih Keok Lawan Dolar AS, Ditutup di Level Rp 16.876
-
Fenomena Kelebihan Bayar Pajak Membengkak
-
Tugas Sri Mulyani Usai Dapat Jabatan dari Bill Gates
-
Bikin Gonjang-ganjing Global, RI Bakal Pangkas Produksi Batu Bara ke 600 Juta Ton di 2026
-
Purbaya Heran Kapal Bantuan Bencana Sumatra Ditagih Bea Cukai Rp 30 Miliar
-
Purbaya Tambah Rp 3 Triliun Anggaran Satgas Jembatan: Kalau Enggak Beres, Keterlaluan
-
Produksi Meroket, Mentan Amran Bidik Serapan Gabah 2026 Tembus 4 Juta Ton
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis