Adapun, pemerintah menargetkan defisit anggaran 2021 sebesar Rp 971,2 triliun atau setara 5,5% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Defisit tersebut dipatok lantaran penerimaan negara yang belum bisa menutupi peningkatan belanja negara di masa recovery ekonomi tahun depan. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 pendapatan negara diproyeksikan sebesar Rp 1.776,4 triliun. Sementara, belanja negara Rp 2.747,5 triliun.
MUC Equity Partners didirikan oleh para ahli yang memang berlatar belakang keuangan, pasar modal dan perbankan. Beroperasi sejak awal Agustus 2016, perusahaan memperlihatkan pertumbuhan yang relative stabil. Dari pertumbuhan equitas Perseroan dalam empat tahun terakhir telah bertumbuh sebesar 204%.
Pada bagian lain, Markus mengaku di masa yang tidak mudah dan penuh tantangan seperti saat ini, pihaknya memahami peningkatan kompetisi dan persaingan bisnis khususnya di bidang Investasi menuntut adanya diferensiasi baik produk maupun pelayanan.
Dia menyebut ke depan perseroan akan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja perseroan sebesar 30% per tahun melalui diversifikasi produk layanan, pengembangan IT sistem, rencana Merger dengan Private Equity yang Strategis dan rencana melakukan Intital Public Offering di tahun 2025 mendatang.
"Adapun rencana MUC Equity Partners tahun 2021 adalah memasarkan produk asuransi, indeks dan IPO Developer. Perseroan berencana untuk melakukan IPO di tahun 2025," sambung Markus.
Ia menambahkan bahwa tantangan pasar modal saat ini adalah keterbatasan informasi keuangan, kurangnya pengetahuan tentang pasar modal dan masih sedikitnya jumlah potensial investor.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar