Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, masyarakat kelas menengah ke atas masih belum mengeluarkan dananya untuk membelanjakan sesuatu pada kuartal III tahun 2020 ini.
Hal ini terlihat dari tingkat konsumsi rumah tangga yang masih minus 4 persen.
Meski demikian, Sri Mulyani menyebut tingkat konsumsi rumah tangga pada kuartal III ini lebih baik dibanding pada kuartal sebelumnya yang minus 5 persen.
"Konsumsi dari rumah tangga kelas menengah atas masih terbatas ini dikarenakan kondisi covid-19 memang belum berakhir," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (5/11/2020).
Menurut Sri Mulyani, tertahannya pengeluaran dana masyarakat kelas menengah ke atas dikarenakan masih banyak pembatasan-pembatasan di mal atau toko tertentu.
"Dengan adanya Covid dimana mobilitas menjadi terbatas maka konsumsi kelas menengah atas juga menjadi tertahan," ucap Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2020, dimana pada periode tersebut ekonomi Indonesia masih mengalami kontraksi sebesar 3,49 persen secara year on year (yoy). Itu artinya Indonesia resmi menyandang status resesi.
Salah satu yang membuat pertumbuhan ekonomi negatif ini karena kinerja konsumsi masyarakat atau daya beli masyarakat yang belum pulih seutuhnya dari tekanan pandemi Covid-19.
BPS mencatat kinerja kuartal III masih mengalami kontraksi yang cukup hebat yakni minus 4,04 persen.
Baca Juga: Indonesia Resesi, Sri Mulyani Tetap Sebut Pertumbuhan Ekonomi Membaik
"Konsumsi rumah tangga, pada kuartal III-2020 secara year on year memang masih terkontraksi 4,04 persen tapi tidak sedalam kuartal II minus 5,52 persen," kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers melalui video teleconference.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran
-
Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura
-
Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim
-
Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang
-
Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM
-
Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi
-
Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga
-
Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo