Bisnis / Makro
Selasa, 03 Februari 2026 | 19:45 WIB
Ilustrasi Shinhan Sekuritas [Ist]
Baca 10 detik
  • Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menggeledah kantor PT Shinhan Sekuritas di Jakarta pada 3 Februari 2026 terkait dugaan manipulasi harga saham.
  • PT Shinhan Sekuritas Indonesia merupakan perusahaan sekuritas yang 99% sahamnya dimiliki Shinhan Investment Corp. dari Korea Selatan sejak 2016.
  • Perusahaan ini berfungsi sebagai penghubung utama aliran modal investor Korea Selatan ke pasar Indonesia melalui berbagai layanan investasi.

Suara.com - Pasar modal Indonesia dikejutkan dengan aksi penggeledahan yang dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri di kantor PT Shinhan Sekuritas Indonesia yang berlokasi di Equity Tower, SCBD, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/2/2026).

Langkah hukum ini dilakukan terkait penanganan kasus dugaan praktik manipulasi harga saham atau "saham gorengan".

Di tengah investigasi yang sedang berjalan, PT Shinhan Sekuritas Indonesia sebenarnya dikenal sebagai salah satu kunci yang menghubungkan aliran modal antara Korea Selatan dan Indonesia.

Sebagai informasi, pasca sikap MSCI yang menyoroti pasar saham Indonesia, BEI semakin gencar mengawasi bursa saham.

Berikut adalah profil mendalam mengenai entitas sekuritas tersebut:

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menggeledah kantor PT Shinhan Sekuritas di Equity Tower, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/2/2026). (Foto dok. Polisi)

Profil PT Shinhan Sekuritas

PT Shinhan Sekuritas Indonesia memulai jejaknya di tanah air jauh sebelum menggunakan identitas globalnya saat ini.

Perusahaan ini awalnya didirikan pada April 1989 dengan nama PT Interindo Danapraya, yang kemudian bertransformasi menjadi PT Makinta Securities.

Titik balik besar terjadi pada Juli 2016, ketika Shinhan Investment Corp. (bagian dari Shinhan Financial Group asal Korea Selatan) mendapatkan restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan pengambilalihan saham mayoritas.

Baca Juga: Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI

Pada 26 Agustus 2016, perusahaan secara resmi bersalin nama menjadi PT Shinhan Sekuritas Indonesia dengan kode Anggota Bursa (AB) "AH".

Shinhan Sekuritas bukan sekadar perusahaan lokal, melainkan bagian dari jaringan finansial lintas negara yang sangat masif:

  • Pemegang Saham Pengendali: Shinhan Investment Corp. memegang kepemilikan sebesar 99%.
  • Induk Usaha Utama: Shinhan Financial Group (SFG), sebuah perusahaan terbuka yang melantai di bursa bergengsi dunia, yakni Korea Exchange (KRX) dan New York Stock Exchange (NYSE).
  • Jaringan Global: SFG berdiri sejak September 2001 dan menaungi 12 anak perusahaan di sektor perbankan, asuransi, pembiayaan, hingga asset management. Di Korea Selatan sendiri, induk usaha ini memiliki lebih dari 1.200 cabang dan 151 jaringan global di 19 negara.

Sebagai perpanjangan tangan dari Shinhan Investment Corp. yang memiliki pengalaman sejak 1973, Shinhan Sekuritas Indonesia menyediakan berbagai layanan investasi inovatif:

Brokerage (Perantara Pedagang Efek): Memfasilitasi transaksi saham, obligasi, dan instrumen keuangan lainnya.

Investment Banking (Penjamin Emisi Efek): Bertindak sebagai underwriter dalam proses penawaran umum perdana saham (IPO) maupun penerbitan surat utang.

Margin Trading: Menyediakan fasilitas pembiayaan bagi nasabah untuk transaksi saham.

Load More