- Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menggeledah kantor PT Shinhan Sekuritas di Jakarta pada 3 Februari 2026 terkait dugaan manipulasi harga saham.
- PT Shinhan Sekuritas Indonesia merupakan perusahaan sekuritas yang 99% sahamnya dimiliki Shinhan Investment Corp. dari Korea Selatan sejak 2016.
- Perusahaan ini berfungsi sebagai penghubung utama aliran modal investor Korea Selatan ke pasar Indonesia melalui berbagai layanan investasi.
Suara.com - Pasar modal Indonesia dikejutkan dengan aksi penggeledahan yang dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri di kantor PT Shinhan Sekuritas Indonesia yang berlokasi di Equity Tower, SCBD, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/2/2026).
Langkah hukum ini dilakukan terkait penanganan kasus dugaan praktik manipulasi harga saham atau "saham gorengan".
Di tengah investigasi yang sedang berjalan, PT Shinhan Sekuritas Indonesia sebenarnya dikenal sebagai salah satu kunci yang menghubungkan aliran modal antara Korea Selatan dan Indonesia.
Sebagai informasi, pasca sikap MSCI yang menyoroti pasar saham Indonesia, BEI semakin gencar mengawasi bursa saham.
Berikut adalah profil mendalam mengenai entitas sekuritas tersebut:
Profil PT Shinhan Sekuritas
PT Shinhan Sekuritas Indonesia memulai jejaknya di tanah air jauh sebelum menggunakan identitas globalnya saat ini.
Perusahaan ini awalnya didirikan pada April 1989 dengan nama PT Interindo Danapraya, yang kemudian bertransformasi menjadi PT Makinta Securities.
Titik balik besar terjadi pada Juli 2016, ketika Shinhan Investment Corp. (bagian dari Shinhan Financial Group asal Korea Selatan) mendapatkan restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan pengambilalihan saham mayoritas.
Baca Juga: Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
Pada 26 Agustus 2016, perusahaan secara resmi bersalin nama menjadi PT Shinhan Sekuritas Indonesia dengan kode Anggota Bursa (AB) "AH".
Shinhan Sekuritas bukan sekadar perusahaan lokal, melainkan bagian dari jaringan finansial lintas negara yang sangat masif:
- Pemegang Saham Pengendali: Shinhan Investment Corp. memegang kepemilikan sebesar 99%.
- Induk Usaha Utama: Shinhan Financial Group (SFG), sebuah perusahaan terbuka yang melantai di bursa bergengsi dunia, yakni Korea Exchange (KRX) dan New York Stock Exchange (NYSE).
- Jaringan Global: SFG berdiri sejak September 2001 dan menaungi 12 anak perusahaan di sektor perbankan, asuransi, pembiayaan, hingga asset management. Di Korea Selatan sendiri, induk usaha ini memiliki lebih dari 1.200 cabang dan 151 jaringan global di 19 negara.
Sebagai perpanjangan tangan dari Shinhan Investment Corp. yang memiliki pengalaman sejak 1973, Shinhan Sekuritas Indonesia menyediakan berbagai layanan investasi inovatif:
Brokerage (Perantara Pedagang Efek): Memfasilitasi transaksi saham, obligasi, dan instrumen keuangan lainnya.
Investment Banking (Penjamin Emisi Efek): Bertindak sebagai underwriter dalam proses penawaran umum perdana saham (IPO) maupun penerbitan surat utang.
Margin Trading: Menyediakan fasilitas pembiayaan bagi nasabah untuk transaksi saham.
Berita Terkait
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Diminta Bereskan Saham Gorengan, Purbaya: Jangan Biarkan Investor Ritel Rugi
-
OJK Siap Koreksi Target IPO Usai Free Float Naik 15 Persen
-
Siapa Daud Tony? Viral Ramal Kejatuhan Saham dan Kripto, Harga Perak Meroket
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis
-
Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran
-
Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026
-
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Hari Lebaran: Ada yang Stabil, Ada yang Turun
-
Solusi Angsuran BRI Terhambat dan Contoh Surat Minta Keringanan Cicilan
-
Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran
-
Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura
-
Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim