- Kementerian PU berhasil mengangkut 698 ton sampah dan lumpur pascabencana banjir di Aceh untuk percepatan pemulihan fasilitas umum.
- Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan fasilitas umum dan lingkungan permukiman masyarakat.
- Hingga 28 Januari 2026, pembersihan fasilitas umum telah rampung di 86 lokasi dari total 183 lokasi terdampak.
Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggenjot penanganan pascabencana banjir di Provinsi Aceh. Sebanyak 698 ton sampah dan lumpur bencana, termasuk sampah domestik, berhasil diangkut dari berbagai wilayah terdampak.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan fasilitas umum dan lingkungan permukiman masyarakat.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, percepatan pembersihan menjadi fokus utama pemerintah, terutama pada fasilitas-fasilitas vital yang menunjang kehidupan masyarakat. Dengan pulihnya fasilitas umum, aktivitas sosial, ekonomi, dan pelayanan publik diharapkan dapat kembali berjalan normal.
“Kita semua ingin memastikan masyarakat terdampak bencana tidak berlama-lama berada dalam kondisi sulit," kata Dody kepada wartawan, Selasa (3/2/2025).
Pembersihan dan pengangkutan sampah tersebut merupakan bagian dari respons cepat Kementerian PU dalam mendukung penanganan darurat sekaligus mempercepat tahapan rehabilitasi pascabencana. Fokus kegiatan diarahkan ke kawasan perkantoran pelayanan publik, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, jaringan lingkungan permukiman, hingga akses menuju prasarana dasar.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, Kementerian PU telah mengangkut 407 ton sampah dari sejumlah titik, seperti kawasan Kantor Bupati, Jalan Rantau, RSUD Muda Sedia, serta SDN Kota Lintang.
Seluruh sampah dan lumpur tersebut dibawa menuju TPA Sampah Kabupaten Aceh Tamiang dengan dukungan alat berat berupa excavator, wheel loader, dan dump truck.
Sementara di Kabupaten Aceh Tengah, pembersihan difokuskan di kawasan Desa Mendale dan TPS Paya Ilang. Dari lokasi tersebut, total 88 ton sampah bencana berhasil diangkut dengan bantuan excavator dan armada angkut untuk membuka kembali akses lingkungan yang sempat terhambat.
Adapun di Kabupaten Pidie Jaya, sebanyak 203 ton sampah diangkut dari sejumlah ruas jalan lingkungan, mulai dari arah Jembatan Meunasah Lhok, Jalan Akses PDAM Desa Berawang, hingga kawasan Meunasah Raya, Meunasah Bei, dan Beuringen.
Baca Juga: Dua Bulan Bencana Sumatra: 1.204 Korban Meninggal, Ratusan Orang Hilang
Penanganan ini didukung backhoe loader, excavator, serta dump truck guna memulihkan akses lingkungan dan prasarana pendukung layanan air minum.
Secara keseluruhan, penanganan persampahan pascabencana di Aceh melibatkan personel Satgas PU serta berbagai alat berat kebencanaan, seperti excavator standar dan mini, backhoe loader, wheel loader, dozer, hingga armada dump truck.
Hingga 28 Januari 2026, pembersihan fasilitas umum telah rampung di 86 lokasi dari total 183 lokasi terdampak. Dengan penambahan 21 lokasi baru, kini masih tersisa 97 lokasi yang masih dalam proses pembersihan.
Tak hanya fokus di lapangan, Kementerian PU juga melakukan peningkatan pelayanan persampahan dan sanitasi. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan layanan pada 11 TPA Sampah di 11 kabupaten/kota serta 10 Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di 10 kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang saat ini masih dalam tahap pelaksanaan pekerjaan.
Berita Terkait
-
Pemerintah Mau Tambah 111 Unit Rumah Huntara di Tamiang Hulu
-
Teriakan Histeris di Sungai Tamiang: 7 Taruna Akpol Selamatkan Remaja yang Hanyut di Aceh
-
Pemulihan Aceh Pascabencana: Ini Suara untuk Negara yang Lambat Bertindak!
-
Satgas PRR Turun Gunung, Percepat Pemulihan Infrastruktur di Aceh Timur & Utara
-
Pemerintah Ungkap Aceh Telah Pulih dari Bencana Banjir Sumatera
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG
-
WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam
-
Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah
-
Kabar Baik dari MSCI! Indonesia Tetap Emerging Market, OJK Bidik Lebih Banyak Investor Asing
-
Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?