Suara.com - PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) perusahaan jasa pengiriman mengingatkan wirausahawan untuk memperhatikan pengemasan saat mengirim produknya. Terutama, wirausaha yang bergelut di bidang ikan dan tanaman hias.
President Director TIKI Yulina Hastuti mengatakan, meningkatnya hobi ikan dan tanaman hias yang terjadi selama pandemi ini, perlu dibarengi dengan pemahaman terkait keamanan pengiriman dan kebijakan yang berlaku terutama dari otoritas angkutan udara.
"Mengingat ikan dan tanaman hias termasuk dalam kategori Special Cargo yang membutuhkan penanganan khusus. Hal ini sangat penting agar proses pengiriman dapat berjalan dengan lancar, aman dan diterima dalam kondisi yang baik," ujar Yulina dalam sebuah webinar yang ditulis, Jumat (27/11/2020).
Menurut Yulina, volume pengiriman ikan dan tanaman hias meningkat signifikan selama masa pandemi. Di Agustus dan Oktober 2020 peningkatan mencapai lebih dari 100 persen dari total volume pada periode Januari hingga Juli 2020.
Beberapa komoditas ikan hias yang mengalami peningkatan pengiriman antara lain ikan cupang, ikan guppy, louhan, cichlid, discus. Sementara tanaman hias mencakup philodendron, monstera, caladium, syingonium.
Tujuan pengiriman terbesar di wilayah Jawa, diikuti Pontianak, Tarakan, Makassar, Batam, Medan dan beberapa kota lainnya di Sumatera.
Adapun, berikut aspek yang perlu diperhatikan dan tips ketika melakukan pengiriman ikan dan tanaman hias.
Pertama, kebijakan berat minimal kiriman Special Cargo untuk penerbitan Surat Muatan Udara (SMU) adalah minimal 10 Kg.
Untuk menyiasati tarif pengurusan Surat Muatan Udara ini, biasanya jasa kurir akan membantu menggabungkan pengiriman dari beberapa pengusaha budidaya ikan atau tanaman hias dengan tujuan yang sama agar dikirim dalam satu SMU.
Baca Juga: Gara-gara Corona, Permintaan Jasa Pengiriman Barang Menurun Drastis
Kemudian kedua, biaya surcharge adalah biaya penanganan, mengingat ikan dan tanaman membutuhkan penanganan khusus dan tidak bercampur dengan barang lainnya dalam kategori genco (general cargo).
Ketiga, wirausaha juga harus mengurus surat karantina. Ikan dan tanaman hias merupakan jenis kargo dengan kategori Special Cargo sehingga dibutuhkan surat karantina sebagai surat jalan yang menjadi persyaratan untuk pengiriman ikan dan tanaman hias ke luar pulau. TIKI memiliki layanan pengurusan surat karantina yang akan semakin memudahkan pelanggan.
Terakhir keempat, wirausaha juga haru memperhatikan kerapian dan ketepatan penggunaan media untuk pengemasan produk yang akan dikirim agar menjaga kondisi produk tetap aman.
Penting juga untuk mengondisikan ikan dan tanaman tersebut agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi selama dalam pengiriman.
Contohnya untuk media pengiriman tanaman sebaiknya memperhatikan ukuran tanaman tersebut apakah cukup menggunakan kardus atau harus menggunakan kayu pallet. Akar tanaman juga sebaiknya dibungkus tanah yang telah diberi nutrisi.
Untuk pengiriman ikan, periksa ph air dan oksigen dalam air cukup selama pengiriman. Lapisi plastik ikan dengan koran dan gunakan Styrofoam.
Adapun untuk pengiriman ikan dan tanaman hias ini, TIKI menyediakan berbagai pilihan produk layanan.
Untuk pengiriman yang mengutamakan kecepatan, TIKI memiliki produk Over Night Service (ONS) dan Two Days Service (TDS). Sementara untuk pengiriman dengan biaya yang ekonomis, TIKI memiliki produk Regular (REG) dan Economy (ECO).
"Dengan berbagai pilihan produk layanan ini, penjual maupun pembeli memiliki fleksibilitas disesuaikan dengan kebutuhan pengirimannya. Tentunya dengan kualitas layanan yang terbaik," pungkas Yulina.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis
-
PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan
-
Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi
-
Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial
-
Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal
-
1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun
-
Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah
-
Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus
-
Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah
-
Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya