"Masih banyak yang belum ada akses internet. Sebelum ke platform digital, dua hal pertama harus diberesin dulu. Karena itu perlu sinergitas dari semua kementerian dan lembaga keuangan, termasuk BRI dalam mendorong percepatan proses pembangunan,” urainya.
BUMDES, lanjut Budi Arie Setiadi, merupakan pilar pengembangan ekonomi desa, dan idealnya menjadi pusat produksi dan distribusi ekonomi di desa.
"Selama masa pandemi, ada 5 persen [masyarakat] atau sekitar 1 juta lebih yang pindah ke desa. Nah ini menjadi tanggung jawab kita untuk membuat desa sebagai basis produksi nasional. Tentu saja perlu pengetahuan, teknologi dari seluruh stakeholder.”
Sementara itu, Marthen R Bira mengungkapkan tidak ada jalan lain bagi desa untuk mengembangkan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kalau tidak mengembangkan BUMDES. “BUMDES sebagai social enterprise bukan hanya mencari profit tetapi juga mencari benefit. Jadi justru membangkitkan UMKM dan usaha kecil di desa,” jelasnya.
Di Desa Tebara yang dipimpin Marthen, pemerintah desa bersama BUMDES, mengembangkan beberapa unit usaha mulai dari kampung wisata religi, toko grosir desa dan lumbung desa. Untuk kampung wisata religi, unit usaha ini mampu mempekerjakan 60 orang pemuda dan pemudi di wilayah tersebut. Unit-unit usaha yang dikembangkan ini berhasil menggerakkan ekonomi desa dan memberdayakan warga di Tebara.
“Jika BUMDES diaktifkan dan dana desa dilakukan tepat sasaran untuk pengembangan UMKM, kita akan tahu betapa dahsyatnya kekuatan ekonomi desa lewat BUMDES yang kemudian melahirkan UMKM yang produktif, membuka lapangan kerja bagi warga dan meningkatkan kesejahteraan,” tutup Marthen.
Berita Terkait
-
Asep Supriyatna Sasar Pasar Global Lewat BRI UMKM Export
-
Cek Penerima Bantuan UMKM Rp 2,4 Juta, Begini Caranya
-
Sahabat Tuli Patahkan Stigma Disabilitas dengan Meraih Peluang Wirausaha
-
Jokowi: Produk UMKM Indonesia Harus Jadi Tuan Rumah di Negara Sendiri
-
Anak di Cilegon Bikin Surat Kematian Palsu Ayah untuk Gasak Duit di Bank
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Harga Minyak Turun Makin Dalam, Kabar Gencatan Senjata AS-Iran Menguat
-
Konflik Timur Tengah Mereda? Harga Minyak Langsung Terkoreksi
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 T, Pemegang Saham Terima Rp346 per Saham
-
Babak Baru Diplomasi AS-Iran, Trump Ingin Ada Kesepakatan Cepat Akhiri Perang Iran
-
Rupiah Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Dolar AS, Cek Harga Kurs Hari Ini
-
Motor Listrik MBG Pesanan BGN Rp56 Juta, di Marketplace Cuma Rp10 Juta?
-
Rusia Raup 'Durian Runtuh' Rp 325 Triliun dari Perang Iran Vs AS-Israel
-
IHSG Gaspol Terus, Melonjak ke Level 7.700 Pagi Ini
-
Emas Antam Lompat Tinggi Jadi Rp 2.893.000/Gram, Cek Daftar Harganya
-
Perkuat Ekosistem Digital, BRI Life Insurance Andalkan Modi