Suara.com - Kebijakan berbagi beban (burden sharing) antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan bakal berlanjut pada tahun 2021. Dalam kebijakan ini, bank central akan menjadi pembeli siaga lelang perdana Surat Berharga Negara.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan dana yang didapat dari burden sharing banyak digunakan untuk kebutuhan masyarakat di tengah pandemi, salah satunya pengadaan vaksin.
"Pembiayaan vaksin dari burden sharing pembelian SBN seluruh SBN berdasarkan keputusan bersama 7 juli Rp 397,6 triliun untuk public good selesai dilakukan," ujar Perry dalam konferensi pers secara Virtual, Kamis (17/16/2020).
Kendati demikian, dana hasil burden sharing tak digunakan semua untuk pembiayaan kebutuhan masyarakat tahun ini.
Dana tersebut bisa digunakan lagi untuk tahun depan untuk pembiayaan kebutuhan masyarakat, seperti pengadaan vaksin maupun vaksinasi.
"Saya dapatkan informasi masih ada sisa Rp30-Rp39 triliun dan berdasarkan UU APBN 2021, ini dana yang belum digunakan bisa di carry over 2021. Dan kami mendukung penuh kalau dana ini uang di carry over Rp 30-39 trilun diprioritaskan untuk beli vaksin Covid-19," kata dia.
"Jadi bukti komitemen BI bersama pemerintah, agar vaksinasi bisa dilakukan diprioritas tenaga medis, tenaga kepolisian, dan masyarakat. Tapi, sepenuhnya kewenangan pemerintah," Perry menambahkan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut penggunaan dana burden sharing ini terbagi beberapa skema, pertama yang sifatnya untuk manfaat hidup masyarakat atau public goods dengan dana sekitar Rp397,56 triliun.
Sri Mulyani merinci dana tersebut terdiri dari dana bidang kesehatan sebesar Rp87,55 triliun, bidang perlindungan sosial sebesar Rp203,9 triliun dan sektoral, kementerian lembaga, pemda Rp106,1 triliun.
Baca Juga: Suku Bunga Acuan BI Tetap di Level 3,75 Persen
Kebutuhan dana itu akan disediakan pemerintah lewat penerbitan SBN yang akan dibeli langsung oleh BI dengan suku bunga BI reserve repo rate yang juga ditanggung BI.
"Kedua, untuk kategori belanja yang sifatnya adalah untuk dukungan dunia usaha UMKM dan korporasi yaitu sebesar Rp123,46 triliun maka burden sharing dari sisi bunga adalah pemerintah akan menerbitkan SBN di pasar dan pemerintah dan BI bersepakat bahwa suku bunga pasar itu akan dibagi dua Bank Indonesia akan menanggung sebesar suku bunga dari perbedaan suku bunga pasar sampai dengan 1 persen di bawah BI Reserve Repo Rate," tutur Sri Mulyani.
Sri Mulyani menambahkan untuk kategori ketiga, dengan kategori kelompok non-public goods lainnya sebesar Rp329,03 triliun akan dipenuhi lewat SBN dengan mekanisme pasar yang mana beban bunganya 100 persen ditanggung pemerintah.
Berita Terkait
-
BI Rate Naik 5,75 Persen! Airlangga Minta Himbara Tak Buru-buru Kerek Bunga Pinjaman
-
Mulai 1 Juli 2026, Transfer Valas ke Luar Negeri dan Pembelian Dolar Diawasi Lebih Ketat
-
BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!
-
Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794
-
Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya
-
Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil