Suara.com - Anggota Ombudsman RI Alvin Lie menyebut, penumpang dan operator transportasi masih bingung dengan kebijakan baru pada liburan akhir tahun ini. Kebijakan baru itu yaitu kewajiban rapid tes antigen sebelum menggunakan moda transportasi umum.
Menurutnya, kebijakan itu akan menimbulkan pernyataan simpa siur, karena penumpang dan operator masih bingung aturan mana yang harus dituruti.
Untuk diketahui, kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Covid-19 dan Surat Edaran Kemenhub No 23 Th 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian Selama Masa Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Covid-19.
"Saat ini keluar SE 3 Satgas, dan diikuti SE dirjen perhubungan udara, yang baru keluar tadi pagi. Dan disusul pesan WA, bahwa surat edaran tersebut bukan versi yang resmi saat ditinjau kembali," ujar Alvie Lie dalam webinar, Senin (21/12/2020).
"Jadi, hal ini seperti yang membuat masyarakat bingung apa yang harus dituruti, bukan hanya masyarakat yang melaksanakan juga bingung. Saya yakin para aparat ini bingung, yang benar yang mana," tambahnya.
Selain itu, Alvin Lie melihat banyak kebijakan pemerintah yang bertolak belakang. Misalnya, jelas dia, pemerintah telah memberikan insentif kepada penumpang pesawat berupa pembebasan Passenger Service Charge (PSC).
Dengan kebijakan itu membuat tiket pesawat murah, sehingga makin banyak orang berlibur. Namun di sisi lain, pemerintah tak menganjurkan masyarakat berlibur pada liburan akhir tahun.
Hal ini yang membuat masyarakat enggan berlibur, padahal insentif itu hanya berlaku hingga 31 Desember 2020 ini.
"Kita ingat pemerintah beri insentif PSC sampai 31 Desember ditanggung negara. Tujuannnya untuk beri insentif bagi penumpang udara, tapi disaat yang sama pemerintah klaim jangan pergi-pergi. Sejak bulan Juli sudah promosi ayo berwisata lagi bahkan Kementerian Perhubungan," ucap Alvin.
Baca Juga: Rapid Antigen Diberlakukan, Ini 11 Faskes di Balikpapan yang Melayaninya
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
Terkini
-
Skandal PIPA Bikin BEI Memperketat Syarat IPO Saham, Model Bisnis Jadi Sorotan
-
Timbunan Sampah Capai 189 Ribu Ton Per Hari, Pemerintah Dorong Program Waste to Energy
-
Asosiasi Emiten Minta Kewajiban Free Float 15 Persen Diterapkan Bertahap
-
Prabowo Teken Keppres Cuti Bersama 2026, Total Ada 8 Hari
-
Bursa Kripto Global Ini Catatkan Kepemilikan Aset Rp486 Triliun
-
RI Bakal Punya Pembangkit Nuklir, Hashim Djojohadikusumo: 70 Gigawatt Akan Dibangun
-
Misbakhun Masuk Radar Bos OJK, Hasan Fawzi: Terbuka Buat Semua!
-
Profil Mukhamad Misbakhun: Ketua Komisi XI DPR RI, Calon Ketua OJK?
-
Prabowo Bakal Tambah Polisi Hutan Jadi 70.000 Personil
-
Pemilik Lippo Karawaci (LPKR) dan Gurita Bisnisnya di Indonesia