Suara.com - Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia pada tahun 2020 lalu hingga sekarang, memang membuat perekonomian banyak orang terguncang.
Apalagi pada Januari ini angka penyebaran Covid-19 kian meningkat setiap harinya. Terpaksa pemerintah mengetatkan kembali PSBB khususnya di Jawa dan Bali dengan mengatur jam malam restoran, tempat hiburan hingga minimarket demi menghindari terjadinya kumpul-kumpul yang menyebabkan tingkat penularan Covid-19 semakin tinggi.
Melihat keadaan tahun 2021 seperti ini, mungkin sekarang sudah saatnya kita semua harus menyesuaikan resolusi dengan cara yang realistis. Jangan dulu berpikir bisa jalan-jalan ke luar negeri atau membeli sepatu incaran, toh virus masih berkeliaran di luar sana dan kita juga tidak bisa kemana-mana dengan sepatu atau baju baru yang dibeli.
Cukup dengan memiliki tubuh yang sehat, jauh dari virus Covid-19, tetap memiliki pekerjaan, memiliki dana darurat, serta hanya menggunakan pinjaman online cepat cair bayar bulanan untuk keperluan produktif saja, adalah resolusi yang paling dasar yang harus Anda wujudkan pada tahun 2021 ini. Intinya tubuh dan keuangan sama-sama sehat dan tidak ada masalah pada tahun ini.
Lalu, bicara soal keuangan yang sehat, Anda harus mengatur keuangan pribadi Anda dengan baik. Bagaimana caranya? Mari simak ulasan berikut:
1. Cek Kondisi Keuangan
Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah, memeriksa kondisi keuangan Anda pada tahun 2020 kemarin. Dikarenakan efek pandemi membuat adanya kebutuhan-kebutuhan baru dan menghilangkan kebutuhan-kebutuhan lama, seperti internet, listrik dan PAM yang lebih sering digunakan pada saat pandemi dibanding sebelumnya dan dana malam kongkow di cafe serta dana transportasi yang berkurang ketika pandemi.
Kondisi tersebut tetap harus diperhitungkan mana pos anggaran yang harus didahulukan dan bisa dilakukan subsidi hilang. Yang memberatkan jika kehilangan sebagian penghasilan atau bahkan seluruh penghasilan karena efek PHK. Jika sudah demikian, resolusi utama yang lebih diutamakan adalah membangun kembali sumber penghasilan utama kemudian membuat strategi baru resolusi keuangan di tahun 2021. Paling tidak bisa berhasil survive di masa pandemi sudah yang terbaik.
2. Tentukan Tujuan Baru
Baca Juga: Wamenkeu : Kita Perlu Perbaiki Regulasi Sektor Keuangan
Seperti yang sudah dibicarakan di atas, bahwa tahun 2021 lebih baik mengatur ulang resolusi menjadi semakin realistis. Oleh karenanya, rencana liburan, membeli motor baru dan berbagai pengeluaran konsumtif lainnya harus ditunda atau disetop karena sudah tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.
Dalam posisi demikian, buat dan atur ulang tujuan baru. Apa yang hendak dituju dengan penjabaran yang jelas. Misalnya punya dana darurat untuk 12 bulan atau investasi yang ditujukan untuk passive income jangka panjang sampai bisa menutupi sepertiga penghasilan adalah tujuan yang rasional di masa pandemi.
3. Dana Darurat jadi Prioritas
Jika Anda masih memiliki penghasilan pada tahun 2021 ini, maka bersyukurlah tidak menjadi satu dari banyaknya orang yang penghasilannya berkurang bahkan tidak memiliki penghasilan sama sekali ketika pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia. Namun, meningkatnya jumlah pasien Covid-19 setiap harinya dan ketatnya PSBB saat ini, tidak menutup kemungkinan Anda juga bisa mengalami hal yang tidak terduga.
Jika sudah demikian, pintu utama yang bisa digunakan adalah dana darurat. Terutama jika karena kejadian tersebut membuat kita tidak bisa punya pemasukan atau penghasilan. Dana darurat inilah yang bisa digunakan sepanjang yang sudah disediakan.
Ibarat sebuah kendaraan yang punya satu ban serep harus langsung mencari tambal ban agar bisa memiliki cadangan lain sehingga tidak kesulitan atau kelimpungan saat terjadi bocor ban lain di perjalanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
Terkini
-
Harga Beras SPHP Akan Dipatok Sama Rp 12.500/Liter di Seluruh Wilayah RI
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
DJP Kemenkeu Berhentikan Sementara Pegawai Pajak Terjaring OTT KPK
-
Pegawai Pajak Kena OTT KPK, Purbaya: Kami Bantu Dari Sisi Hukum, Tak Akan Ditinggal
-
Kementerian PU Percepat Normalisasi Sungai Batang Kuranji
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
Menuju Kedaulatan Energi, RDMP Balikpapan Jadi Andalan ESDM Stop Impor BBM
-
374.839 Pohon Ditanam PNM, Jejak Nyata Hijaukan Negeri di Hari Gerakan Satu Juta Pohon
-
BEI Bidik Empat Emiten Sekaligus, Status UMA Melekat pada Saham-saham Ini
-
Bisnis Roby Tremonti, Sosok Diduga Terkait dalam Buku Aurelie Moeremans