Suara.com - BRI mencatatkan peningkatan signifikan terkait AgenBRILink, di mana sepanjang 2020, jumlahnya naik sebanyak 82.073 orang. Apabila di rata rata per jam terdapat 9 orang menjadi agen yang kemudian memiliki peran terhadap meningkatnya inklusi dan literasi keuangan di lingkungan sekitarnya.
AgenBRILink, yang merupakan kepanjangan tangan BRI dalam mendorong inklusi dan literasi keuangan, memiliki peran penting dalam penerapan sustainable finance di Indonesia.
BRILink merupakan layanan branchless banking BRI untuk mendukung penuh Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif) dan LKD (Layanan Keuangan Digital), serta memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan keuangan seperti melakukan transaksi perbankan.
BRI bekerja sama dengan para nasabah untuk menjadi Agen yang dapat melayani transaksi perbankan secara online dengan menggunakan berbagai device seperti Electronic Data Capture (EDC) maupun ponsel pintar.
AgenBRILink memberikan layanan transaksi perbankan seperti transfer, setor dan tarik tunai, pembayaran tagihan listrik, air, iuran BPJS, telepon, pembelian pulsa, pembayaran cicilan, top-up BRIZZI, setoran pinjaman, memberikan layanan referral pembukaan rekening tabungan BSA dan pinjaman, dan transaksi lainnya.
Dalam pengembangan sosial yang berkelanjutan (sustainable social development), AgenBRILink berkontribusi terhadap perputaran uang (sales volume) senilai Rp 843,2 triliun sepanjang periode Januari hingga Desember 2020.
Angka tersebut tumbuh 25 persen apabila dibandingkan dengan sales volume Agen BRILink pada periode Januari – Desember 2019 yang tercatat sebesar Rp.672,6 triliun.
Pesatnya pertumbuhan transaksi AgenBRILink ini tak lepas dari meningkatnya jumlah Agen itu sendiri. Hingga akhir Desember 2020 tercatat sebanyak 504.233 orang di seluruh pelosok Indonesia telah menjadi AgenBRILink.
Keberadaan Agen BRILink dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan tercermin dari data referral simpanan dan referral pinjaman hingga akhir tahun 2020. Referral simpanan tumbuh 72 persen year on year dan referral pinjaman tumbuh 112 persen yoy. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat semakin terbiasa bertransaksi perbankan melalui agen bank.
Baca Juga: BRI Group Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Jadetabek
“Untuk mengungkit ekonomi, (BRI) tidak hanya memberikan pekerjaan dan menyalurkan kredit semata, namun BRI terus mendorong peningkatan velocity of money melalui transaksi digital yang mudah dan cepat sehingga akan meng-create pertumbuhan,” ujar Direktur Utama BRI Sunarso.
Berita Terkait
-
BRI Group Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Jadetabek
-
ORI019 Terjual 6,5 Kali Lipat Target, BRI Memberi Makna untuk Indonesia
-
Agen BRIlink - Pertashop, Salurkan Energi Indonesia hingga Ujung Negeri
-
Srikandi BRI : Perempuan Dukung Wirausaha Sosial Ekonomi Berkelanjutan
-
Survei BRI : UMKM Optimistis Usaha akan Bangkit di Kuartal IV 2021
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
Terkini
-
Saham ASII dan UNTR Ambles Usai Izin Tambang Dicabut, Emiten Astra Anjlok Semua
-
Travelio Ekspansi ke Segmen Upscale, Incar Kaum Berkocek Tebal
-
Harga Pangan Nasional Kompak Turun 21 Januari 2026, Cabai Merah Besar Anjlok 10 Persen
-
BKSL Hadapi Gugatan Pembatalan Perdamaian, Manajemen Bantah Lalai
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
-
Stok Minyak AS Diprediksi Naik, Harga Brent dan WTI Terkoreksi
-
Purbaya Minta Penjelasan BI Kenapa Rupiah Melemah, Akui Aneh Padahal IHSG Naik
-
Menperin Janji RUU Kawasan Industri Bisa Disahkan Dalam Waktu Dekat
-
Kementerian PKP Target 18 Tower Rusun Meikarta, LPCK Disorot BEI
-
Sahamnya Mendadak Melejit, BEI Suspensi Emiten RLCO