Suara.com - Pemerintah mengklaim bahwa imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) dalam negeri masih cukup menarik, meski adanya kekhawatiran terus meningkatnya yield obligasi AS yang saat ini sudah menyentuh hampir 1,6 persen.
Hal tersebut dikatakan Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Deni Ridwan dalam sebuah webinar, Rabu (10/3/2021).
"Yield SBN kita sebenarnya masih menarik," kata Dani.
Namun kata dia, imbal hasil SBN RI bisa saja terancam dengan terus menguatnya imbal hasil obligasi AS, sehingga banyak investor yang sudah mulai melepas kepemilikan SBN RI.
"Tapi karena kekhawatiran investor adanya peningkatan inflasi di AS ini yang membuat asing sell off dan dorong penurunan kepemilikan asing, tidak hanya di Indonesia, tapi di emerging market lain," katanya.
Dari segi pasar lelang, rata-rata penawaran yang masuk di awal tahun ini telah menunjukkan kenaikan menjadi Rp 76 triliun dan dimenangkan sekitar Rp 34 triliun.
Sementara di tahun lalu, rata-rata incoming bid Rp 75 triliun dan dimenangkan hanya Rp 22 triliun.
“Jadi ini tantangan buat kami, di mana kondisi volatile karena US Treasury (obligasi AS) dan target penerbitan SBN meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkasnya.
Baca Juga: 13 Kali Terbitkan SBN Ritel, Pemerintah Raup Rp 204 Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok