Suara.com - Untuk membenahi saluran irigasi yang bermasalah dan memaksimalkan fungsi saluran irigasi agar luas areal pertanaman bisa bertambah, Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT). Hal ini juga bertujuan untuk memastikan ketersediaan air dalam pertanian, demi meningkatkan indeks pertanaman.
"Program RJIT merupakan bagian dari managemen untuk memastikan ketersediaan sumber air pertanian, yang diharapkan dapat memberi manfaat," ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo, Jakarta, Minggu (14/3/2021).
Adapun manfaat Program RJIT ini adalah memastikan ketersediaan air untuk pertanian, menormalkan saluran irigasi yang bermasalah, lahan yang terairi menjadi lebih luas, meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas petani.
Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menambahkan, pihaknya sudah menentukan kriteria petani atau areal pertanian yang dapat menerima rehabilitasi jaringan irigasi tersier ini.
"Kriterianya, daerah irigasi yang saluran primer dan sekundernya memiliki kondisi yang baik untuk meningkatkan indeks pertanian padi sebesar 0,5, kemudian jaringan irigasi tersier yang sudah mengalami kerusakan dan terhubung dengan jaringan irigasi primer," ujarnya.
Kriteria lainnya, jaringan irigasi yang memerlukan peningkatan fungsi untuk mengembalikan atau meningkatkan fungsi layanan irigasi, atau merupakan jaringan irigasi desa.
Beberapa daerah yang sudah menerima Program RJIT dari Kementan, salah satunyaadalah Desa Sidomukti, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Daerah tersebut memenuhi kriteria penerima rehabilitasi jaringan irigasi tersier, sehingga program ini diharapkan dapat memaksimalkan fungsi jaringan irigasi dan memperluas areal pertanaman. Areal pertanian di daerah tersebut diolah oleh Kelompok Tani Maju Mukti.
Selain di Pati, petani Desa Limbo Makmur, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah juga menjadi penerima rehabilitasi jaringan irigasi tersier. Salah satu manfaat layanan yang diterima oleh petani adalah meluasnya layanan irigasi dan meningkatkan produktivitas pertanian di daerah tersebut.
"Kedua lokasi ini menjadi contoh penerima RJIT yang dicanangkan oleh Kementan, dan keduanya telah mendapat dampak positif dari program tersebut dimana indeks pertanaman pertanian semakin meningkat dan produktivitas petani pun semakin meningkat," pungkasnya.
Baca Juga: Dongkrak Produksi Pertanian, Kementan Sediakan Irigasi melalui P3A
Berita Terkait
-
Curah Hujan Rendah, Petani Andalkan Embung untuk Dapatkan Pasokan Air
-
Banjir Maros, Kementan Imbau Petani Ikut Asuransi Pertanian Agar Tak Merugi
-
Kementan Dorong Jasindo Percepat Pencairan Klaim AUTP untuk Petani Kudus
-
Mentan, Mendag dan Menteri BUMN Lepas Ekspor Pertanian Jatim Rp 140 M
-
Kementan: Tidak Ada Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Gorontalo
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?
-
OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun
-
Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025
-
Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah
-
Harga Emas Pegadaian Senin 13 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bertahan Stabil
-
Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Rp 2.818.000 Juta/Gram
-
Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?
-
IHSG Jatuh ke Jurang Lagi Senin Pagi
-
Nego AS-Iran Buntu! Harga Minyak Tembus US$ 104 Per Barel
-
Bidik Pasar Digital ASEAN, Perushaan RI Ekspansi ke Malaysia