Suara.com - Harga minyak melemah setelah Jerman, Prancis, dan beberapa negara Eropa lainnya menangguhkan penggunaan vaksin virus corona AstraZeneca sehingga mengancam pemulihan permintaan bahan bakar.
Mengutip CNBC, Rabu (17/3/2021) harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup turun 49 sen menjadi 68,39 dolar AS per barel.
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, melemah 59 sen menjadi menetap di 64,80 dolar AS per barel.
Awal bulan ini, Brent mencapai level tertinggi sejak awal 2020, sementara minyak WTI menembus tingkat tertinggi 2018.
Jerman, Prancis dan Italia akan menangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 Oxford/AstraZeneca setelah adanya laporan tentang kemungkinan efek samping yang serius, meski Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan tidak ada kaitan yang pasti dengan vaksin tersebut.
Pengawas obat-obatan Eropa mengatakan manfaat vaksin AstraZeneca lebih besar ketimbang risikonya. Investor khawatir lambatnya vaksinasi di Uni Eropa dapat mengganggu pemulihan ekonomi dan permintaan bahan bakar.
Pandemi meredupkan permintaan minyak. Harga pulih kembali ke tingkat yang terlihat sebelum krisis kesehatan global tersebut, tetapi kenaikannya terhambat oleh lambatnya progres peluncuran vaksin di banyak negara.
Di Amerika Serikat, persediaan minyak mentah meningkat karena kilang belum pulih sepenuhnya dari cuaca dingin ekstrim pada pertengahan Februari di Texas yang menghentikan operasi mereka.
Analis memperkirakan kenaikan mingguan dalam stok minyak mentah ketika American Petroleum Institute, kelompok industri, melaporkannya pada Selasa.
Baca Juga: Kemenkes Pastikan Indonesia Tetap Gunakan Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Stok minyak mentah Amerika melonjak hampir 14 juta barel dalam sepekan hingga 5 Maret, jauh melebihi perkiraan untuk kenaikan kurang dari 1 juta barel.
Penyulingan Amerika mengurangi penyewaan kapal untuk periode yang lebih lama, tanda lain dari ketidakpastian mengenai kapan permintaan minyak global akan kembali ke tingkat sebelum pandemi, kata sumber pengiriman dan perdagangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya