Suara.com - Degenics, yang merupakan layanan pemeriksaan genetika terdesentralisasi yang mengutamakan privasi, berhasil memenangkan Impact Bounty dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Identity Bounty dari InterPlanetary File System (IPFS) pada perlombaan hackathon ETHDenver berkat konsep kerjanya yang inovatif dan implementasi dini yang menjanjikan.
Founder/Inisiator Degenics, Pandu Sastrowardoyo mengatakan, Degencis sebelumnya telah meluncurkan platform pengujian DNA berbasis blockchain, dengan berkolaborasi bersama Blocksphere.
"Degenics yang dibangun berdasarkan Distributed Ledger Technology (DLT) terlaksana berkat kerjasama yang dilakukan antara perusahaan konsultasi dan pengembangan blockchain Blocksphere dan tim pengembangan teknologi blockchain dari Malaysia, BlockZero," kata Pandu dalam keterangannya, Jumat (19/3/2021).
Pandu menyebut, teknologi ini juga didukung oleh adanya MoU dengan Kilt.io -- Protokol KILT kemudian digunakan untuk menggabungkan kredensial laboratorium dan rumah sakit ke dalam ekosistem.
Degenics menyediakan sebuah platform yang menghubungkan para penggunanya yang sadar akan privasi dengan para penyedia layanan pemeriksaan DNA mulai dari individu-individu pemeta DNA mandiri, laboratorium hingga rumah sakit untuk memberikan layanan analisis genomik, pendeteksian penyakit dan mutasi, rekomendasi diet dan latihan, sebagai bagian cakupan yang lebih luas dari wawasan kesehatan dan gaya hidup.
Pada tanggal 18 Februari 2021, Degenics menjadi bagian dari Decentralized Bio Network (https://debio.network) sebagai awal mula dari inisiasi sesuatu yang lebih besar untuk menyediakan platform data dan sebuah marketplace untuk pengujian-pengujian biomedis secara umum.
Pengujian genetika secara pribadi merupakan sebuah tren yang sedang berkembang pesat, dengan pangsa pasar sebesar 12 miliar dolar AS dan diprediksi untuk terus tumbuh hingga 21 miliar dolar AS pada tahun 2027.
Oleh karena itulah, berbagai macam perhatian muncul mengenai penambangan data DNA, kedaulatan individu terhadap data genetiknya, dan juga peretasan dan pelanggaran data.
Decentralized Bio Network, melalui Degenics dApp-nya, akan mencegah penyalahgunaan data genetik, pelanggaran privasi, permasalahan keamanan, dan praktik-praktik jual beli data genetik tanpa persetujuan pemilik materi DNA.
Baca Juga: Memutar Bisnis Koperasi dengan Aset Digital
Penggabungan penggunaan kriptografi dan DLT bersamaan oleh Decentralized Bio Network selain membuat para pengguna mampu untuk memesan pengujian dan penginterpretasian hasil secara anonim, tetapi juga bisa menyimpan data di atas platrom terdesentralisasi yang membuat akses tanpa otorisasi menjadi tidak memungkinkan.
Kejadian-kejadian penting terkini telah mendemonstrasikan bahwan bahkan laboratorium-laboratorium terbesar membutuhkan kolaborasi (Sanofi bekerjasama dengan BioNTech dan Pfizer untuk membantu mengatasi kelangkaan vaksin di Eropa - MarketWatch).
Pandemi Covid-19 telah menyoroti kebutuhan akan platform yang dapat membantu kolaborasi antar laboratorium -- baik untuk riset maupun strategi-strategi untuk terjun ke pasar.
Decentralized Bio Network membuat para laboratorium, rumah sakit, dan lembaga lainnya yang menyediakan peralatan pengujian medis mampu untuk menawarkan produk-produk pengujian biomedis secara digital dengan paradigma “marketplace”.
Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas spektrum layanan yang tersedia bagi para pengguna yang pada akhirnya meningkatkan keuntungan dari peralatan pengujian biomedis.
Decentralized Bio Network mengandalkan Polkadot sebagai pondasi untuk DLT-nya, yang mana dipilih karena kecepatan transaksionalnya (160K Tx/s ++) dan adaptabilitasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Jalan Kaki untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantalan Nyaman Bisa Cegah Nyeri Sendi
- 5 Mobil Bekas Blue Bird yang Banyak Dilirik: Service Record Jelas, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 7 Sepatu Sandal Skechers Diskon hingga 50% di Sports Station, Empuk Banget!
- Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
KRL Jadi Andalan Libur Nataru, 15 Juta Penumpang Tercatat
-
Implementasi Inpres 2/2025, Pembangunan Irigasi Tahap I Capai 99,93 Persen
-
Tambang Vale Indonesia Stop Beroperasi, Harga Nikel Dunia Meroket
-
RKAB 2026 Belum Terbit, Vale Indonesia Stop Operasi Sementara
-
Saat Stabilitas Tak Cukup: Alarm Dini Ekonomi Indonesia 2025
-
Bulog Bidik APBN untuk Pengadaan 4 Juta Ton Beras 2026, Demi Lindungi Petani dan Jaga Harga Pangan
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN