Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sedikit menyindir perbankan yang justru menahan penyalurkan kreditnya, padahal suku bunga Bank Indonesia (BI) sudah berada dalam level terendah dalam sejarah Indonesia.
"Suku bunga sudah turun ke posisi paling rendah dalam Republik Indonesia, inflasi juga rendah, likuiditas besar, tapi kredit belum mengalir," kata Sri Mulyani dalam acara 'Temu Stakeholder untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional' yang digelar secara virtual, Kamis (25/3/2021).
Sri Mulyani menuturkan, Kementerian Keuangan bersama dengan seluruh pemangku kepentingan fokus untuk bagaimana sektor kredit ini bisa tumbuh melalui berbagai program-program penjaminan.
"Sehingga bank tidak ragu untuk memberikan jaminan dan perusahaan juga tidak ragu untuk meminjam, ini kita atur dalam Peraturan Menteri Keuangan 93, yang kita pun sekarang sedang akan sempurnakan lagi karena kita melihat kebutuhan industri berbeda-beda," ucapnya.
Tak hanya itu kata Sri Mulyani dirinya juga saat ini sedang melakukan revisi PMK yang bakal mengatur kemudahan dalam mendapatkan pinjaman dari perbankan.
"Sehingga diharapkan sektor industri maupun juga sektor lainnya bisa mengajukan kredit, dimana perbankan juga berani untuk memberikan pinjaman dengan suku bunga yang diharapkan," pungkansya.
Sebelumnya, BI memproyeksi pertumbuhan kredit 2021 sebesar 7 -9 persen. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan momentum pemulihan ekonomi mendukung upaya perbaikan kinerja penyaluran kredit.
"Terlebih kondisi likuiditas perbankan sudah sangat cukup dan didukung oleh suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate yang rendah," katanya.
Bahkan level suku bunga acuan saat ini merupakan level terendah sepanjang sejarah yaitu sebesar 3,75 persen.
Baca Juga: Bos BI Tak Bosan Ingatkan Perbankan Segera Turunkan Bunga Kredit
Perry menambahkan dari sisi risiko, kebijakan perpanjangan relaksasi restrukturisasi kredit hingga 2022 diyakini bakal meringankan beban perbankan dan pelaku sektor riil.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?
-
Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa
-
Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber
-
Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia
-
Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik
-
Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin
-
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi
-
Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram
-
IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis
-
Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing