Suara.com - Pandemi Covid-19 membuat banyak orang ingin menambah cadangan keuangan dan menjaga arus keuangan keluarga. Pandemi juga membuat banyak orang tertekan akan komitmen cicilan bulanan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) & KKB (Kredit Kendaraan Bermotor) mereka.
Memahami hal ini, convertCASH, sebuah platform fintech yang memungkinkan pengguna untuk membayar cicilan bulanan rumah dan mobil hingga 45 hari tanpa bunga.
ConvertCASH adalah Fintech pertama dengan Scalable Artificial Intelligence yang menyediakan Layanan Perpanjangan Pembayaran Angsuran (LPPA) + Global Cash Reward Eco System Platform untuk pengguna pinjaman mobil dan rumah.
Co-Founder convertCASH, Jason Bak menjelaskan, convertCASH yang diluncurkan pada November 2020 hadir untuk membantu masyarakat menangani masalah arus kas dalam cicilan bulanan mereka.
"ConvertCASH memikirkan kembali cara cicilan mobil atau rumah bulanan Anda & memberikan nilai tambah ke cicilan tetap bulanan mobil dan rumah pengguna. Komitmen tagihan tetap bulanan membuat semua orang menjadi tertekan. Pengguna dapat mengandalkan convertCASH meskipun mereka tidak memiliki cukup uang di bank untuk melunasi cicilan bulanan mobil atau rumah mereka," kata ujar Jason dalam keterangannya yang ditulis, Senin (22/3/2021).
"Ini bebas bunga, tidak perlu pinjaman, dan persetujuannya instan. Kami hanya memerlukan pengguna memiliki kartu kredit sebagai jaminan saat menggunakan manfaat convertCASH. Pengguna kemudiannya dapat membayar kembali ke kartu kredit tersebut tanpa ada biaya bunga hingga 45 hari," tambah Jason.
Jason menambahkan bahwa secara tradisional, jika mobil dan atau pemilik rumah tidak memiliki cukup uang untuk bulan itu, mereka harus meminjam uang dari teman atau keluarga. Tetapi dengan convertCASH, mereka tidak perlu mengajukan pinjaman atau meminjam dari siapa pun.
Mereka hanya perlu mengisi detail penerima di Aplikasi convertCASH dan pembayaran angsuran akan dilakukan dalam tiga hari kerja.
"Tidak perlu aplikasi, tidak perlu pinjaman, tidak perlu meminjam. Jumlah transaksi maksimum yang dapat dilakukan melalui convertCASH adalah Rp 72,5 Juta. Sampai saat ini, kami memiliki total rata-rata Rp 1,8 Miliar transaksi yang telah dilakukan melalui platform convertCASH. Setiap transaksi sangat berarti bagi kami. Itu artinya kami telah berhasil membantu orang-orang untuk meringankan masalah mereka," jelas Jason.
Baca Juga: Pandemi Covid-19 Justru Waktunya Masyarakat Ambil KPR Rumah, Ini Alasannya
Sebagai Layanan Perpanjangan Pembayaran Angsuran (LPPA) dan platform eko-sistem reward tunai global, convertCASH menganut filosofi Steve Jobs yaitu ciptakan produk untuk mengubah hidup orang.
"Kami percaya bahwa convertCASH adalah yang paling pertama dalam menggabungkan bisnis tradisional dengan ekonomi digital dan menerapkan prinsip yang dinikmati oleh perusahaan-perusahaan seperti Uber dan Airbnb ke dalam wilayah baru," pungkas Jason.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Anjlok ke Rp32 Triliun
-
Tak Ambil Pusing Soal Outlook Peringkat Moody's, Airlangga: Indonesia Tetap Investment Grade
-
Rupiah Amblas Imbas Moody's Kasih Rating Negatif ke Indonesia
-
Emas Antam Hari Ini Harganya Lebih Murah, Dipatok Rp 2,85 Juta/Gram
-
IHSG Langsung Ambruk di Bawah 8.000 Setelah Moody's Turunkan Outlook Rating
-
BEI Naikkan Batas Minimum Free Float Jadi 15 Persen Mulai Maret 2026
-
Smelter Nikel MMP Matangkan Sistem Jelang Operasi Penuh
-
Dorong Wisatawan Lokal, Desa Wisata Tebara Raup Rp1,4 Miliar
-
OJK Restrukturisasi Kredit 237 Ribu Korban Bencana Sumatera
-
Moodys Pertahankan Rating Indonesia di Baa2, BI Tegaskan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat