Suara.com - Esri Indonesia mengumumkan kemitraaan strategis dengan Direktorat Topografi Angkatan Darat (Dittopad) yang merupakan badan pelaksana pusat penyedia informasi geospasial bagi TNI AD.
Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas Esri-Dittopad dalam memanfaatkan teknologi Geographic Information System (GIS), analisa Big Data, dan teknologi Kecerdasan Artifisal (Artifisial Intelligence).
Pemanfaatan teknologi dapat memberikan ketepatan informasi, kecepatan , kemutakhiran dan integrasi data penginderaan jarak jauh yang kemudian disajikan dalam sistem pengambilan keputusan untuk mendukung operasional kegiatan di lingkungan TNI-AD.
Menurut Dr. Achmad Istamar, Chief Executive Officer Esri Indonesia, teknologi digital bebasis Industry 4.0 telah juga menjadi disrupsi dalam dunia militer dan pertahanan.
Sebagai contoh, teknologi Kecerdasan Artifisial telah digunakan untuk melakukan deteksi dan klasifikasi objek penginderaan jauh dari sensor, satelit, dan drone.
Data dari hasil deteksi dan klasifikasi tersebut kemudian akan disinergikan dengan hasil intelijen lapangan untuk diolah menjadi produk strategis perencanaan dan operasi militer.
“Dalam era digital ini, efektivitas dari pemanfaatan data sangat tergantung pada kemampuan manajemen ketersediaan data, interpretasi data secara cepat, dan penggabungan unsur dinamika lapangan yang semakin kompleks. Operasi militer modern melibatkan berbagai unsur kesatuan dan lembaga yang membutuhkan kemampuan pemahaman, perencanaan, dan koordinasi berbasiskan sistem digital,” kata Achmad dalam keterangannya ditulis Rabu (14/4/2021).
Dijelaskan lebih lanjut bahwa menurut hasil studi, lebih dari 80% data yang dihasilkan dari pergerakan aset, sensor IoT(Internet of Things), satelit penginderaan jauh, serta drone militer memiliki informasi geospasial/keruangan.
Sehingga aspek geospasial tersebut sangat berpotensi menjadi benang merah dalam integrasi dan pengolahan data secara menyeluruh.
Baca Juga: Transformasi Digital Jadi Fokus Utama Kepengurusan Baru Mastel
“Alhasil geospasial sangat berpotensi digunakan, tidak hanya sebagai platform modern pemetaan, namun juga sebagai platform integrasi data, sintesa pemahaman, koordinasi antar kesatuan dan lembaga, juga sebagai platform geo-intelligence,” tutur Achmad.
Di tengah pesatnya teknologi militer, Dittopad terus melakukan modernisasi teknologi pemetaan dan geospasial untuk meningkatkan peran dalam mendukung kebutuhan geospasial intelejen TNI-AD. Peran tersebut saat ini sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan nasional yang semakin kompleks.
“Sejalan dengan agenda inovasi dan transformasi digital, juga dalam mendukung Kebijakan Satu Peta (One Map Policy), Dittopad telah mencanangkan modernisasi bertajuk Dittopad 4.0. Kemitraan strategis dengan Esri Indonesia dalam implementasi teknologi geospasial diharapkan membawa pembaharuan bagi kemajuan Dittopad di era digital. Hal tersebut mengingat pentingnya fungsi pemetaan dan peran informasi geospasial bagi pertahanan dan keamanan negara,”ujar Brigjen TNI Ir. Asep Edi Rosidin, MDA, Direktur Topografi Angkatan Darat (Dirtopad).
Dittopad berperan secara strategis dan sentral dalam mendukung informasi geospasial kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan TNI-AD. Teknologi membuka pintu bagi Dittopad untuk lebih efektif dalam merencanakan, membuat keputusan, serta mendukung informasi geospasial TNI-AD dengan lebih baik melalui analisa data penginderaan jauh dengan Kecerdasan Artifisial.
Ke depannya Dittopad dapat lebih banyak memproses dan mengolah berbagai jenis data menjadi informasi yang strategis dalam mendukung kegiatan ataupun operasi yang diselenggarakan TNI-AD dalam menjaga kedaulatan NKRI.
“Kemitraan dengan Esri Indonesia dan implementasi teknologi GIS diharapkan dapat memperkuat kami sebagai penyedia informasi strategis bagi jajaran TNI AD di Indonesia. Besar harapan kami sinergi ini akan semakin mendukung kinerja TNI AD dalam menjaga kedaulatan NKRI,” tuntas Asep.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Kasus Debt Collector Kredivo di Purworejo Berakhir Damai, Perusahaan Perkuat Pengawasan Penagihan
-
Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi
-
Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
-
Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
-
Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan
-
Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?
-
Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%
-
Momen Febrie Adriansyah Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
The Da Vinci Code: Misteri, Simbol, dan Sejarah yang Memancing Rasa Penasaran