Suara.com - Di tengah isu reshuffle kabinet, politisi Nasdem, Irma Suryani Chaniago menilai, kinerja Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) sangat baik. Sektor pertanian mampu menjadi sektor andalan, terutama dalam meningkatkan perekonomian nasional yang sempat turun akibat gejolak pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia.
"Pak Syahrul adalah salah satu menteri di kabinet Jokowi yang memimpin kementrian dengan sangat baik, terutama di era pendemi ini. Beliau berprestasi di saat hampir semua kementrian jeblok. Kementan justru tumbuh 2,6 persen. Menurut saya, tidak ada alasan untuk mengganti Syahrul karena beliau berprestasi," ujar Irma, Jakarta, Rabu (14/4/2021).
Kata Irma, alasan mengganti Syahrul dari jabatan menteri saat ini tidak proporsional, tendensius, dan sarat muatan politis. Hal itu seperti yang disampaikan Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer.
Ia menambahkan, Kementan di bawah pimpinan Syahrul mampu menumbuhkan kemampuan petani, khususnya dalam menjalankan pertanian modern dengan menggunakan alsintan (alat dan mesin pertanian).
"Tugas Kementan yang diminta presiden adalah menjaga ketanahan pangan dan food estate. Itu sudah dilaksanakan dengan baik oleh Pak Syahrul. Bahkan soal kesejahteraan petani juga sudah bisa dilihat melalui data BPS," katanya.
Saat ditanya mengenai kebijakan importasi beras, Irma mengatakan, kebijakan tersebut bukan ranah Kementan. Sebaliknya, Kementan dengan tegas minta bulog melakukan penyerapan ketikbang impor.
"Soal import beras, Pak Mentan ini bahkan sudah bicara pada saya, bahwa beliau tidak setuju impor dilakukan, apalagi di saat petani panen raya. Jadi soal impor beras ini, tanyakan saja pada menteri perdagangan atau menko perekonomian. Tidak ada urusan mentan di sana," tutupnya.
Berita Terkait
-
Sektor Pertanian Tumbuh 1,75%, Peran Petani Milenial Patut Diperhitungkan
-
Syahrul Yasin Limpo Disebut Masuk Daftar Menteri yang Akan Dirombak Jokowi
-
Stok Pupuk Kalimantan dan Sulawesi untuk Masa Tanam April - Mei 2021 Aman
-
Amankan Ketersediaan Pangan Selama Ramadan dan Lebaran, Ini Upaya Kementan
-
Kementan Jamin Ketersediaan Pangan Selama Puasa dan Lebaran Terkendali
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Gandeng Inggris, OJK Pecut Perbankan Percepat Pembiayaan Iklim
-
56,3 Juta Pengguna QRIS, Indonesia Jadi Target Ekspansi AI Perbankan