Suara.com - Peringatan Hari Kartini dimaknai sebagai momen penyemangat untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas perempuan dalam rangka mengisi pembangunan. BRI melalui program Tanggung Jawab Sosial khususnya dibidang lingkungan berupaya memberikan apresiasi akan perjuangan Kartini dan meneruskan teladannya dengan menyelenggarakan kegiatan yang secara nyata dapat mendorong kualitas hidup kaum perempuan di Indonesia.
Salah satunya, BRI menjalankan program “BRI Peduli Woman Comuni-Tree” berupa pemberian bantuan urban farming bagi kelompok PKK, Kelompok Usaha Wanita atau Kelompok wanita yang tersebar di 18 wilayah di Indonesia. Secara keseluruhan total bantuan untuk kegiatan urban farming BRI tercatat sebesar Rp 1,8 miliar.
Bantuan kegiatan urban farming tersebut diharapkan dapat menjadi wadah atau saluran positif untuk menyalurkan kegemaran kaum perempuan sekaligus menjadi sarana dalam mendorong kelestarian lingkungan sekitar.
Urban farming yang berupa pembangunan fisik seperti rumah tanaman, green house dan infrastruktur lain untuk menunjang jalannya kegiatan urban farming serta diberikan bantuan tanaman yang bernilai ekonomi seperti tanaman sayur-sayuran, tanaman buah-buahan, tanaman obat keluarga (toga) dan tanaman hydroponic.
Selanjutnya, urban farming ini akan dikelola oleh kelompok PKK, kelompok usaha wanita dan kelompok wanita yang berada di wilayah tersebut.
Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan bahwa hal tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab BRI dalam mendukung kelestarian lingkungan.
“Peringatan Hari Kartini juga dimaknai sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas dan peran perempuan di segala sektor. Secara bertahap bantuan urban farming tersebut disalurkan di-18 wilayah di Indonesia”, ungkap Aestika.
Dalam pelaksanannya, kegiatan urban farming juga melibatkan Srikandi BRI yaitu komunitas di bawah naungan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang beranggotakan pekerja perempuan BRI Group baik yang masih aktif maupun purna tugas dan mengambil peran dalam memberdayakan perempuan dalam bidang kewirausahaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kelompok usaha wanita yang menjalankan urban farming nantinya akan berkoordinasi dengan Srikandi BRI di wilayah setempat yang harapannya bisa saling berkolaborasi untuk bisa mewujudkan lingkungan yang sehat dan lestari,” ujarnya.
Baca Juga: BRI Buka Program Magang Bersertifikat, Ini Persyaratannya
Aestika menambahkan bahwa “BRI Peduli Woman Comuni-Tree” merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian BRI dalam mendukung kelestarian lingkungan serta wujud nyata pemberdayaan kaum perempuan. Kegiatan urban farming diharapkan dapat mereduksi polusi lingkungan, menambah keasrian lingkungan serta mengurangi sampah rumah tangga.
Berita Terkait
-
BRI Buka Program Magang Bersertifikat, Ini Persyaratannya
-
Ini Resep dari BRI agar Masyarakat Makin Aman Bertransaksi secara Digital
-
Transaksi di Dinomarket, Bukalapak, & Traveloka, Kini Bisa via AgenBRIlink
-
Srikandi BRI, Upaya Dorong Perempuan Indonesia Berkembang dan Berperan
-
BritAma dan Srikandi BRI Salurkan Bantuan untuk Masjid Istiqlal
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek