Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pra perdagangan hari ini dibuka bergerak di zona hijau. IHSG naik ke posisi 5.987 dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di level 5.975.
Melansir data RTI, Kamis (6/5/2021) IHSG diawal pra perdagangan dibuka menguat ke level 5.987 naik 11,1 basis poin atau menguat 0,19 persen.
Setelah dibuka tepat pukul 09:00 Wib IHSG terus merangkak naik hingga level 5.9925 atau bertambah 16,1 basis poin dengan menguat 0,227 persen.
Sementara itu indeks LQ45 juga dibuka menguat, pada awal pra perdagangan indeks ini naik 3,6 basis poin atau 0,40 persen ke level 894.
Pada level tersebut IHSG telah ditransaksikan sebanyak 9,8 juta lembar saham dengan nilai mencapai Rp 39 miliar dan volume transaksi mencapai 2,3 ribu kali.
Sebanyak 167 saham menguat, 39 saham melemah dan 187 saham belum ditransaksikan.
CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyampaikan perkembangan pergerakan IHSG saat ini terlihat sedang berusaha keluar dari rentang konsolidasi wajarnya.
"Jika IHSG mampu menembus level resisten terdekat maka peluang kenaikan jangka pendek masih akan berlanjut," kata William dalam analisanya.
Dia bilang hingga beberapa waktu mendatang berpotensi bakal kembali naik mengingat kuat dan stabilnya perekonomian Indonesia yang turut menjadi penopang bagi pergerakan IHSG.
Baca Juga: Jelang Rilis PDB Triwulan I 2021, IHSG Menguat ke Level 5.974
Dirinya pun memprediksi IHSG berpotensi bergerak dalam rentang terbatas 5.827-6.088. Sejumlah rekomendasi saham pilihannya adalah BBCA, ASII, SMGR, AALI, MYOR, TBIG, AKRA, dan ASRI.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
Terkini
-
Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini
-
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya
-
Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga
-
Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?
-
Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
-
Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya