Suara.com - BRI resmi meluncurkan LinkUMKM, sebuah platform baru untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar bisa naik kelas. Peluncuran platform anyar untuk pemberdayaan dan mendukung pengembangan para pelaku UMKM nasional ini dilakukan BRI pada acara BRI Microfinancial Outlook 2021, Rabu (28/4/2021).
LinkUMKM adalah platform daring yang bisa diakses pelaku UMKM melalui website www.linkumkm.id, yang bisa juga diakses dengan aplikasi. Produk ini hadir untuk membawa banyak pelaku UMKM di seluruh Indonesia untuk bisa segera naik kelas melalui rangkaian program pemberdayaan terpadu.
Platform baru ini memiliki 6 fitur utama, yakni Rumah BUMN, UMKM Media, UMKM Smart, Komunitas, Etalase Digital, serta Dashboard. Masing-masing fitur menyediakan berbagai fasilitas dan produk yang dapat digunakan pelaku UMKM agar semakin berkembang.
Direktur Utama BRI, Sunarso mengungkapkan, platform ini hadir untuk menjawab kebutuhan pelaku UMKM ketika ingin mengakses, misalnya, informasi tentang pasar, atau meningkatkan kemampuan administrasi dan manajemen usahanya.
“Melalui LinkUMKM, setiap pelaku usaha berkesempatan untuk bisa mendapat pelatihan yang berkualitas,” ujar Sunarso.
Pelaku UMKM bisa mendaftar sebagai anggota LinkUMKM dengan mendaftar langsung melalui laman platform ini di linkumkm.id. Setelah menyelesaikan proses pendaftaran, pelaku UMKM bisa langsung bergabung pada komunitas yang diinginkan, serta memamerkan produk dan/atau jasanya pada etalase digital.
Anggota LinkUMKM juga bisa mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kapasitasnya. Pelatihan ini bisa diakses melalui fitur UMKM Smart, yang berisi layanan pelatihan, konsultasi, literasi keuangan, hingga simulasi kredit untuk anggota.
Nantinya, seluruh pelatihan yang dijalani peserta akan dinilai berdasarkan aplikasi skoring yang ada. Peserta juga diberi kesempatan melakukan penilaian dengan mengisi survei skoring, guna mengetahui di kategori UMKM apa mereka berada.
Setelah itu, penilaian akan dilakukan secara periodik setiap 3 bulan sekali.
Pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan pada platform ini akan mendapat modul pelatihan dari BRI. Peserta juga akan dibimbing untuk terbiasa menyusun neraca/laporan keuangan menggunakan fitur Keuanganku yang tersedia di platform ini.
Baca Juga: Digital Banking, Strategi BRI Agro untuk Sasar Gig Economy
“Peluncuran LinkUMKM dilakukan seiring makin tumbuhnya optimisme pelaku usaha menghadapi kuartal II/2021. Data BRI Micro & SME Index (BMSI) menunjukkan, angka ekspektasi Indeks Aktivitas Bisnis meningkat dari 21,5 persen ke level 128 per kuartal I/2021. Ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM semakin optimis menyambut kuartal II tahun ini dibanding periode-periode sebelumnya,” tutur Sunarso.
BMSI juga mencatat peningkatan optimisme terjadi di semua sektor. Optimisme tertinggi dan kenaikan terbesar muncul dari pelaku UMKM sektor konstruksi. Hal ini kemungkinan terjadi sebagai dampak adanya kebijakan uang muka nol persen untuk KPR dengan nilai dibawah Rp2 miliar, dan pembebasan PPN selama periode Maret-Agustus 2021.
Berita Terkait
-
Spada Indonesia Siap Buka Peluang Bisnis Menjanjikan bagi UMKM
-
Kisah 2 UMKM Fashion Muslim Lokal Meraup Untung Selama Ramadan
-
Konser Bazar UMKM di Cibis Park Timbulkan Keramaian, 12 Saksi Diperiksa
-
Ekonomi Lesu Karena Pandemi, Joe Taslim Ajak Masyarakat Beli Produk Lokal
-
Alhamdulillah, Plafon KUR tanpa Jaminan Naik Jadi Rp 100 Juta
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu
-
Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite