Suara.com - PT Telkom Indonesia (Persero) terus melakukan berbagai persiapan dan upaya pengamanan infrastruktur dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Hal ini dilakukan demi memastikan kualitas layanan yang diterima oleh masyarakat tetap prima.
Direktur Network & IT Solution Telkom, Herlan Wijanarko menjelaskan, berbagai persiapan ketat yang dilakukan melihat kondisi Hari Raya Idul Fitri tahun ini yang masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Imbauan mudik lebaran yang sering disiarkan oleh pemerintah berpotensi pada meningkatnya trafik telekomunikas.
"Sebab, masyarakat akan sangat mengandalkan konektivitas untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman, kami berkomitmen untuk memberikan kenyamanan kepada seluruh masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan memberikan layanan yang prima dan berkualitas," kata Herlan dalam keterangannya seperti ditulis pada Senin, (10/5/2021).
Maka dari itu, bukan hanya mengawal kualitas jaringan dan mengantisipasi lonjakan trafik telekomunikasi nasional, TelkomGroup secara khusus menyiagakan “Posko TelkomGroup Siaga RAFI (Ramadan Idul Fitri) 2021”.
Operasionalnya resmi dimulai pada Jumat (7/5/2021) melalui kick off yang dilakukan oleh Direktur Network & IT Solution Telkom, Herlan Wijanarko yang didampingi oleh Direktur Consumer Service Telkom, Venusiana; Direktur Wholesale & International Service Telkom, Dian Rachmawan, dan Executive General Manager Divisi Service Operation Telkom, Akhmad Ludfy serta turut diikuti melalui video conference oleh Direktur Enterprise Business Telkom Edi Witjara dan Direktur Digital Business Telkom M Fajrin Rasyid.
TelkomGroup Siaga RAFI (Ramadan Idul Fitri) 2021 sendiri merupakan rangkaian kegiatan tahunan dalam menghadapi Ramadan dan Idul Fitri yang diselenggarakan secara nasional hingga seluruh Telkom Regional dalam tema besar “Tetap Terhubung dan Terlindung” dengan tiga program utama yakni Layanan Prima, Paket Khusus, dan Telkom Berbagi. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan sejak awal Ramadan hingga beberapa hari setelah Idul Fitri.
Sebanyak 88 posko dioperasikan oleh lebih dari 20 ribu petugas yang standby 24x7 baik nasional, Telkom Regional, divisi fungsi atau unit bisnis hingga anak perusahaan telah disiagakan Telkom untuk memonitor kualitas layanan TelkomGroup hingga tanggal 18 Mei 2021. Adapun seluruh petugas posko memantau layanan TelkomGroup secara digital melalui aplikasi.
"Monitor dilakukan secara rutin melalui posko layanan yang terintegrasi. Dengan adanya konektivitas yang andal, semoga masyarakat dapat dengan mudah berkomunikasi baik melalui telepon, video conference hingga berbagi konten lebaran," tutur Herlan.
Herlan juga mengapresiasi petugas posko yang mendedikasikan diri untuk mengawal layanan TelkomGroup meski dalam suasana merayakan Hari Raya.
Baca Juga: Pesan Epidemiolog: Mending Lebaran Virtual Jika Ragu Salam-salaman
“Terima kasih atas dukungan dan komitmen petugas posko di seluruh Indonesia yang merelakan waktu kebersamaannya bersama keluarga untuk mengawal kualitas layanan untuk pelanggan. Tetap fokus pada empat hal yakni disiplin operasi, quick response, quick action serta utamakan keamanan dan keselamatan,” tambah Herlan.
Pada kesempatan yang sama, Herlan juga menyampaikan progress pemulihan layanan TelkomGroup di Jayapura yang sempat terganggu sebagai dampak putusnya sistem komunikasi kabel laut Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) ruas Biak – Sarmi.
“Alhamdulillah kapasitas bandwidth Telkom di Jayapura yang sudah up mencapai 2 Gbps di mana 500 Mbps dukungan dari infrastruktur Palapa Ring Timur dan 1.507 Mbps dari link satelit yang dioperasikan Telkomsat," kata Herlan.
Selain itu, Telkom juga sudah menyiapkan kapal yang akan berangkat untuk melakukan penyambungan dan perbaikan pada kabel yang terputus. Dia pun meminta doa dan dukungan dari semua pihak agar proses perbaikan berjalan lancar dan masyarakat Jayapura dapat memperoleh layanan seperti sedia kala secepatnya.
Herlan menambahkan, total kapasitas bandwidth Telkom yang pulih di Jayapura saat ini mencapai 2,007 Gbps. Telkom terus mengupayakan agar kapasitas ini semakin meningkat dengan mengerahkan teknisi dan petugas lapangan untuk pengaktifan link back up serta mengawal proses pemulihan layanan agar segera terselesaikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026