Suara.com - BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat untuk segera mengunduh aplikasi Mobile JKN. Direktur Perluasan dan Kepesertaan BPJS Kesehatan, David Bangun mengungkapkan, hal ini dapat dilakukan untuk memudahkan pelayanan, khususnya berkaitan administrasi kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) saat libur lebaran.
“Mobile JKN adalah solusi anti repot dan anti ribet karena berbagai fitur layanan kepesertaan JKN sudah tersedia. Mulai dari pendaftaran, pembayaran iuran, ubah data kepesertaan, antrean online hingga chat konsultasi kesehatan sudah tersedia. Opsi lain, peserta juga dapat mengakses chatbot interaktif (Chika) melalui WA di nomor 08118750400, juga BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 selama 24 jam dan media sosial resmi BPJS Kesehatan,” kata David.
Ia berharap, pelayanan dalam Mobile JKN, Chika, BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 maupun media sosial dapat membantu masyarakat, meski dalam masa libur Lebaran.
BPJS Kesehatan juga menerapkan piket pegawai dan layanan non tatap muka melalui Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (PANDAWA) untuk cuti bersama Hari Raya Idulfitri pada 12 Mei 2021.
“Tentu masih dalam suasana pandemi dan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19, BPJS Kesehatan masih menerapkan layanan non tatap muka untuk memaksimalkan layanan. Protokol kesehatan masih tetap dijalankan. Peserta dapat menghubungi BPJS Kesehatan di Kantor Cabang melalui WhatsApp (PANDAWA), sementara untuk nomor PANDAWA di tiap kantor cabang bisa diperoleh melalui Chika, Care Center 1500 400 dan media sosial BPJS Kesehatan,” kata David.
Untuk piket pegawai pada 12 Mei 2021, BPJS Kesehatan masih membuka pelayanan tatap muka di kantor cabang dan kantor kabupaten/kota hanya untuk segmen Peserta PBI, PBPU Kelas 3 dan BP Pemerintah. Layanan dibuka mulai pukul 08.00-15.00 waktu setempat, dengan batas akhir pengambilan nomor antrean pukul 12.00 waktu setempat.
Begitupun untuk pelayanan PANDAWA dibuka mulai pukul 08.00 - 15.00 waktu setempat, dengan batas akhir chat yang masuk ke Admin maksimal pukul 12.00 dan selanjutnya petugas akan menindaklanjuti penyelesaian layanan peserta.
Berita Terkait
-
Titik Penyekatan Mudik Jebol, Epidemiolog: Harus PSBB, Kalau Bisa Jawa-Bali
-
Cegah Covid-19 di Libur Lebaran, Layanan Kontak Tak Langsung Diprioritaskan
-
Warga Jakarta Boleh Berwisata ke Bogor Saat Lebaran, Ini Syaratnya
-
Tempat Wisata di Lampung Timur Tutup selama Libur Lebaran Idul Fitri
-
Tempat Wisata di Balikpapan Dilarang Buka Selama Libur Lebaran Idul Fitri
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Lowongan Kerja Lion Air Group Terbaru 2026 untuk Semua Jurusan
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban