Suara.com - Komunitas Konsumen Indonesia mengadukan Direksi Bank BUMN kepada Menteri BUMN karena menerapkan biaya pada ATM Link mulai 1 Juni 2021.
Setelah sebelumnya bersurat kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), OJK dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengirimkan surat ke Menteri BUMN Erick Thohir.
Adapun surat tersebut dilayangkan oleh David Tobing selaku Komunitas Konsumen Indonesia terkait permohonan kepada Menteri BUMN agar memerintahkan Himbara yakni Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN membatalkan rencana Pengenaan Biaya Cek Saldo dan Tarik Tunai pada ATM Link.
David mengingatkan pada awal pembentukannya, gabungan ATM ini untuk memberikan efisiensi. Yang mana pengelolaan ATM secara bersama pada satu perusahaan switching oleh BUMN perbankan bakal membuat penghematan biaya operasional bagi pihak perbankan dan penghematan biaya transaksi bagi masyarakat pengguna ATM.
Kemudian ATM Link dikenalkan pada Desember 2015 di Blok B Pusat Grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat, oleh Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno.
"Menteri BUMN sangat relevan membatalkan rencana pengenakan tarif untuk cek saldo dan pengambilan tunai di ATM Link pada 1 Juni 2021, karena sewaktu peluncuran perdana ATM Link pun tahun 2015 dilakukan oleh Menteri BUMN," kata David dalam keterangan persnya, Kamis (27/5/2021).
David juga mengingatkan bahwa penerapan tarif itu adalah langkah yang tidak populis saat masyarakat sedang susah menghadapi pandemi Covid 19. Selain itu juga banyak yang menentang rencana tersebut, antara lain Anggota BPK, Anggota DPR dan masyarakat luas.
"Kami pun sudah melaporkan HIMBARA ke OJK, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) karena ada dugaan kartel yaitu 4 bank bersepakat menetapkan harga yang sama untuk tarik tunai dan pengecekan saldo," ucapnya.
"Kalau laporan kami terbukti dan Bank BUMN nanti dihukum karena melakukan kartel maka hal ini sangat memalukan, sehingga sudah patut Bapak Menteri BUMN membatalkannya" tambah David.
Baca Juga: Viral Petani Hafal Pemain Inter Milan, Erick Thohir Beri Hadiah Jersey Asli
Dirinya pun yakin Menteri BUMN akan memerintahkan Bank-bank BUMN membatalkan rencana pengenaan tarif pengambilan tunai dan pengecekan saldo pada tanggal 1 Juni nanti demi melindungi nasabah ATM Link.
Sebelumnya, bank-bank BUMN akan mulai mengenakan biaya untuk transaksi yang dilakukan di ATM Link mulai 1 Juni 2021 mendatang. Transaksi yang dikenakan itu ialah biaya cek saldo Rp 2.500 dan Rp 5.000 untuk tarik tunai untuk transaksi off us.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Dongkrak Produktivitas Petani Pantura, Petrokimia Gresik Pacu Pendapatan Hingga 15%
-
Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS
-
Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua
-
Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180
-
Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram
-
Indonesia Kejar Pasar Amerika, Ekspor Tekstil Jadi Andalan Baru
-
IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan
-
Tren Anabul Jadi Anggota Keluarga, OJK Sebut Potensi Besar Asuransi Hewan Peliharaan
-
OJK Minta Pinjol Kasih Utang ke Program MBG
-
RI Borong Minyak Rusia, Soal Volume Bahlil Enggan Jawab