Suara.com - Saham PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) terpantau melesat 8,23 persen ke posisi Rp 342 per saham. Berikut ini, lima sentimen positif yang mengiringi melesatnya harga saham BABP yang telah memegang izin perbankan digital atau digital banking.
Ustadz Yusuf Mansur Beli 250 Juta Saham BABP
Konsorsium yang dipimpin Ustaz Yusuf Mansur menandatangani kerja sama strategis pembelian 250.000.000 saham BABP (MNC Bank) dari perusahaan afiliasi PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), Winfly Ltd, di harga Rp 322 per saham.
Ustadz Yusuf Mansur akan Mempromosikan MotionBanking ke 10 Juta Orang di Jaringannya
Dalam kerja sama tersebut, Ustaz Yusuf Mansur juga berkomitmen mempromosikan pembukaan rekening MotionBanking kepada jaringan yang dikelolanya, dengan total 10 juta orang.
Jaringan tersebut, antara lain Rumah Tahfidz se-Indonesia dan mancanegara yang menjangkau Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, Saudi Arabia, Malaysia, Singapura, Turki hingga Mesir, juga jaringan Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an se-Indonesia, yang mencapai 48 cabang, serta jaringan Paytren dan Treninet.
Ustadz Yusuf Mansur Targetkan 3 Juta Pengguna MotionBanking (BABP) pada 2021
"Kami senang dan bangga bisa menjadi bagian dari pertumbuhan MotionBanking, platform kebanggaan anak bangsa menuju digital banking terbaik di Indonesia. Melalui kerja sama strategis ini, saya bersama konsorsium akan mendukung penuh peningkatan jumlah nasabah baru MotionBanking, mempromosikannya ke dalam jaringan yang saya kelola. Kemudahan pembukaan rekening, yang cukup dengan selfie bersama e-KTP membuat saya optimis bisa memberi andil dalam menggaet 1 juta nasabah dalam waktu tiga bulan dan mencapai 3 juta pengguna baru hingga akhir 2021. Saya percaya layanan MotionBanking dijamin aman, penuh berkah dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia,” kata Ustaz Yusuf Mansur.
BCAP mendukung penuh kolaborasi BABP dan Ustadz Yusuf Mansur
Baca Juga: Konsorsium Ustadz Yusuf Mansur Borong 250 Juta Saham MNC Bank
Kolaborasi ini merupakan salah satu upaya PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) untuk mengembangkan jangkauan MotionBanking dalam waktu sesingkat-singkatnya.
BCAP Targetkan 30 Juta Pengguna MotionBanking dalam 5 Tahun
"BCAP sebagai induk perusahaan, mendukung upaya BABP mempercepat peningkatan jumlah nasabahnya. Kerja sama dengan Ustad Yusuf Mansur merupakan salah satu langkah strategis kami untuk menggandeng berbagai kelompok masyarakat, agar MotionBanking dapat menjadi solusi masalah rendahnya inklusi keuangan di Indonesia sekaligus mencapai target akuisisi 30 juta pengguna baru dalam 5 tahun ke depan," ungkap Director of MNC Group Henry Suparman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri