Suara.com - Masa depan bangsa ditentukan dari kualitas generasi penerusnya, sehingga dunia pendidikan yang menjadi tempat mencetak generasi penerus bangsa perlu untuk terus didukung. Salah satunya yang dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan taraf pendidikan masyarakat Indonesia, melalui program beasiswa “BRI Peduli – Creation (Creative In Action) Scholarship”.
BRI Peduli – Creation (Creative In Action) Scholarship merupakan bentuk apresiasi kepada mahasiswa yang memiliki inovasi, ide, terobosan baru yang kreatif dan unggul dengan apresiasi berupa bantuan uang saku selama pengembangan inovasi dan juga beasiswa untuk kuliah. Program ini ditujukan untuk memfasilitasi potensi yang dimiliki mahasiswa Indonesia. Potensi untuk mengkaji, mengembangkan dan menerapkan ilmu serta teknologi yang telah didapat atau telah dipelajari selama perkuliahan kepada masyarakat umum.
Bagi mahasiswa yang berminat, syarat untuk mengikuti program ini cukup mudah. Program ini menganut sistem kelompok, peserta program Creation (Creative In Action) Scholarship bisa diikuti mahasiswa S1 yang tergabung dalam Tim. Dalam 1 tim bisa terdiri dari 3 peserta mahasiswa. Tim akan mengajukan inovasi, ide, terobosan baru yang kreatif yang disusun menjadi Proposal.
Terdapat beberapa persyaratan umum proposal inovasi, ide, terobosan baru yang kreatif, yang perlu diperhatikan.
Pertama, inovasi, ide, terobosan baru yang kreatif dibatasi dan diutamakan yang memiliki nilai unggul, kekinian, dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Kedua, inovasi, ide, terobosan baru yang kreatif yang dapat mendukung pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Ketiga, inovasi, ide, terobosan baru yang kreatif yang telah teruji, dapat diaplikasikan dan diimplementasikan. Kategori dalam program ini dapat dipilih sesuai dengan minat para mahasiswa, diantaranya:
1. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Technology Creation)
Kategori yang membahas tentang ilmu pengetahuan dan teknologi kekinian dan bermanfaat untuk pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, syarat khusus kategori ini adalah Teknologi/Program sedang dalam pengembangan, telah memiliki target utama/lokasi/masyarakat untuk diimplementasikan, dan telah memiliki tujuan penggunaan teknologi.
2. Kewirausahaan (Entrepreneur Creation)
Baca Juga: Kejar Target Herd Immunitiy, BRI Gelar Vaksinasi di Surabaya
Kategori ini bertujuan untuk menjaring keterampilan bisnis mahasiswa yang bertujuan pada profit untuk sosial dan ekonomi, syarat khusus kategori ini yakni termasuk dalam usaha Mikro dan Kecil, telah berjalan selama 1 Bulan, dan telah memiliki omset/pendapatan.
3. Pengabdian Masyarakat (Social Creation)
Kategori ini bertujuan untuk mendapatkan penerapan kegiatan/proyek yang memberikan solusi yang tepat pada kelompok/komunitas/masyarakat, kegiatan/proyek adalah solusi yang tepat bagi persoalan di masyarakat luas. Syarat khusus kategori ini yakni telah memiliki target utama/lokasi/kelompok/komunitas/masyarakat untuk diimplementasikan, dan sudah berjalan selama 1-3 Bulan.
Di tahun pertama, mahasiswa yang dapat mengikuti program Creation (Creative In Action) Scholarship adalah yang berasal dari Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Brawijaya
Tentu buah inovasi para mahasiswa akan mendapat apresiasi. BRI akan menetapkan peserta yang terpilih berhak mendapatkan apresiasi untuk menjalankan Inovasi Program senilai Rp 30 juta bagi masing-masing tim.
Kemudian, beasiswa untuk menjalani kuliah di masing-masing Universitas dengan maksimal anggaran setiap mahasiswa mendapatkan bantuan dana pendidikan kuliah sebesar Rp8 juta per mahasiswa maksimal sampai dengan semester 8.
Tag
Berita Terkait
-
BRI Percepat Inklusi Keuangan Lewat Ekosistem UMi
-
Dukung Target Nasional, BRI Percepat Inklusi Keuangan Lewat Ekosistem Ultra Mikro
-
Fokus Bangun Ekosistem Ultra Mikro, BRI Percepat Inklusi Keuangan
-
Petani di Pangandaran Rasakan Manfaat Asuransi Pertanian
-
Agen BRILink Ini Jadi Andalan Percepat Inklusi Keuangan di Sulteng
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Berbagi Kebaikan Untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal Bagi 2.800 Pendonor
-
Kata Bankir Usai OJK Hapus Utang Rp 1 Juta dari SLIK
-
Menteri Ara: Lahan Tanah Abang yang Dikuasai Hercules Milik Negara, Sudah Bisiki Prabowo!
-
Jalur Distribusi Tertahan di Selat Hormuz, Australia Lirik Pupuk dari Indonesia
-
Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu
-
Siapa Hery Susanto: Ketua Ombudsman dengan Gaji Selangit, 6 Hari Kerja Sudah Ditangkap
-
Harga Bahan Baku Melonjak, Pelaku Usaha Ritel Minta Impor Dipermudah
-
IHSG Terkoreksi di Sesi I, 344 Saham Anjlok
-
Menilik Labirin Penarikan Dana Trading: Mengapa Transfer Internasional Tak Pernah Instan?
-
Sengketa Rp119 Triliun, Emiten Milik Jusuf Hamka Tangkis Kabar Miring Ini