Suara.com - PT Pertamina (Persero) menargetkan Rumah Sakit Modular Rujukan Covid-19 yang berlokasi di Tanjung Duren, Jakarta bisa beroperasi pada Agustus 2021.
Saat ini, proyek terus berjalan dan mencapai kemajuan signifikan hingga 65 persen.
Hal ini terlihat dengan penyelesaian pemasangan sandwich panel, atap hingga interior Gedung yang akan menjadi ruang IGD ICU.
Demikian pula dengan Gedung untuk ICU VIP yang telah selesai dengan pemasangan modular, atap dan interior.
Sementara untuk gedung lainnya yang akan diperuntukkan sebagai ruang IGD Non ICU dan ruang Non ICU sedang tahap pengerjaan sandwich panel, modular, atap, dan interior.
“Progres pembangunan signifikan, sejumlah fasilitas sudah selesai dan kita berharap segera beroperasi di bulan Agustus untuk melayani masyarakat yang terpapar covid-19 dan membutuhkan perawatan intensif," ujar Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Mulyono.
Direktur Utama Pertamedika IHC dr Fathema Djan Rachmat menambahkan, kelebihan RS ini adalah adanya pelayanan ibu Hamil, anak-anak ataupun bayi baru lahir yang terkena corona.
Dengan begitu, fasilitasnya akan lebih lengkap dibandingkan rumah sakit modular di Simpruk.
"Tenaga kesehatan (nakes) yang akan diperkerjakan di RS modular Tanjung Duren diperkirakan sekitar 800 orang, baik dokter spesialis, umum, perawat ruang isolasi, perawat ruang ICU, apoteker, maupun tenaga radiologi, teknisi, dan nakes lainnya," jelas dr Fathema.
Baca Juga: Pemkab Sragen dan Magelang Dorong ASN Tukar Tabung LPG 3 Kg dengan BrightGas
Upaya maksimal terus dilakukan Pertamina untuk mendukung Pemerintah dalam penanganan covid-19.
Untuk memastikan kebutuhan oksigen terpenuhi, Pertamina akan menempatkan 2 ISO Tank di RS Modular Tanjung Duren. Saat ini masih dalam proses pengecoran beton sebagai fondasi penempatan tangki.
Tag
Berita Terkait
-
Pemkab Sragen dan Magelang Dorong ASN Tukar Tabung LPG 3 Kg dengan BrightGas
-
Potong 85 Hewan Kurban, Pertamina Sebar 8.026 Paket Daging di Wilayah Operasi Jateng & DIY
-
Operator dan Awak Mobil Tangki Pertamina di Semarang Jalani Vaksinasi Covid-19
-
Petugas SPBU dan Awak Mobil Tangki di Yogyakarta Jalani Vaksinasi Covid-19
-
Bangun RS Modular Covid-19, Erick Thohir Targetkan 2 Minggu Ini Kelar
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Pelindo Ganti Jajaran Direksi, Mantan Bos Pertamina Jadi Dirut
-
HIPMI Jaya dan Jabar Targetkan Perputaran Uang Rp500 Miliar
-
Harga Tembus Rp100 Ribu di Ramadan, Kementan Guyur 1,7 Ton Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati
-
Menko Zulhas Ungkap Proyek Waste-to-Energy Besutan Danantara Cuma Beresin 20 Persen Masalah Sampah
-
IHSG Meroket di Awal Pekan ke Level 8.300, 484 Saham Cuan
-
Purbaya Blacklist Keluarga Dwi Sasetyaningtyas usai Viral Hina RI, Tagih Balik Dana LPDP Plus Bunga
-
Bos Agrinas Pangan Manut Diminta Tunda Impor Pikap dari India
-
Dasco Minta Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Ditunda: Tunggu Presiden Pulang
-
Apa Itu Harta PPS di SPT Tahunan Sistem Coretax, Ini Fungsinya
-
Profil OUE Commercial REIT, Aset 30 Triliun Milik Mochtar Riady