- Wamenkeu Juda Agung menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh dari potensi krisis ekonomi nasional.
- Data APBN hingga Mei 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan negara dan pajak yang signifikan disertai defisit terkendali.
- Pemerintah terus menjaga kedisiplinan fiskal melalui APBN yang ekspansif dan terukur di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Suara.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengungkapkan kalau Indonesia masih jauh dari krisis ekonomi layaknya periode tahun 1997-1998. Ini sekaligus bantahan terhadap sentimen negatif yang tersebar di media sosial.
Wamenkeu Juda Agung mengklaim kalau Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan ekonomi tinggi, inflasi terkendali, serta defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang masih terjaga.
Ia lalu memaparkan data APBN KiTa edisi Mei 2026, di mana Pendapatan Negara mencapai Rp 918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen dari tahun sebelumnya (year on year/yoy). Khusus Penerimaan Pajak, kategori ini juga mencapai Rp 646,3 triliun atau tumbuh 16,1 persen yoy.
Sementara itu Belanja Negara mencapai Rp 1.082,8 triliun atau tumbuh 34,3 persen yoy. Berkat pengeluaran lebih besar dari pendapatan, defisit APBN tercatat 0,64 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
"Dibandingkan dengan bulan Maret atau kuartal satu mengalami penurunan dari 0,92 persen menjadi 0,6 persen," kata Juda Agung di acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah yang disaksikan virtual, Senin (25/5/2026).
Sementara itu Keseimbangan Primer mengalami surplus Rp 28 triliun per April 2026. Juda menyebut kalau ini menunjukkan APBN RI dalam tahap ekspansi, namun masih terukur.
Lebih lanjut ia menyatakan kalau dalam situasi global yang tak menentu, Pemerintah mesti menjaga APBN untuk mendorong perekonomian maupun menjaga disiplin fiskal di tengan kenaikan harga minyak dunia.
"Banyak kalangan di media, termasuk media sosial mengatakan, ekonomi kita menuju krisis seperti 97-98. Kalau melihat angka-angka tadi, jauh dari situasi krisis," jelasnya.
Baca Juga: Dari Dapur hingga Ladang: Bagaimana Krisis Iklim Memengaruhi Kehidupan Perempuan?
Berita Terkait
-
Dari Dapur hingga Ladang: Bagaimana Krisis Iklim Memengaruhi Kehidupan Perempuan?
-
Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF
-
Penerimaan Pajak Moncer di April 2026, Purbaya Klaim Berkat Coretax
-
Tak Hanya Kelola Dana Pensiun, Asabri Kini Garap UMKM hingga Ekonomi Hijau
-
Batas 8 Persen: Menyelamatkan Ojol atau Mengunci Jebakan Informalitas?
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini