Suara.com - PT Berdikari (Persero) sebagai BUMN Peternakan yang tergabung dalam BUMN Klaster Pangan, senantiasa berupaya untuk menjalankan peranannya membantu pemerintah dalam menjaga stabilisasi harga pangan dan ketersedian pasokan pangan sumber protein.
Dalam upaya pemerintah menjaga kestabilan harga unggas di pasaran baik bagi peternak rakyat maupun pembeli akhir, Berdikari membantu dengan menjalankan program penyerapan live bird.
Salah satunya adalah penyerapan live bird dari Koperasi Produsen Wirasakti Utama yang pelaksanaannya dilakukan di Depok.
Program penyerapan livebird telah dijalankan oleh Berdikari sejak Juli 2021, dengan dana internal dan holding BUMN Klaster Pangan untuk penyerapan ditahap awal hingga 5 juta ekor live bird dari peternak.
“Berdikari sebagai BUMN, menyadari pentingnya stabilitas perunggasan nasional dimana terjaganya kesejahteraan peternak menjadi salah satu kunci terwujudnya ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu kami melakukan berbagai upaya mulai dari menjalin kemitraan dengan peternak berbadan hukum maupun peternak rakyat yang tergabung dalam koperasi, hingga penyerapan live bird seperti yang dilakukan pagi ini,” ungkap Direktur Utama Berdikari Harry Warganegara dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/8/2021).
Pelaksanaan penyerapan live bird oleh Berdikari dari Koperasi Wirasakti Utama dihadiri oleh perwakilan Berdikari Prima Kurnianto dan perwakilan Koperasi Wirasakti Utama Budi Yasmin.
Adapun pada kesempatan tersebut, Berdikari melakukan penyerapan sebanyak kurang lebih 2000 ekor ayam dengan ukuran 2 hingga 2.2 kg yang pemotongannya dilaksanakan pada Rumah Potong Hewan Unggas (RPH-U) Amindo Prima Sejahtera sehingga karkas ayam yang dihasilkan sesuai dengan prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Distribusi dan pemasaran dari live bird hasil penyerapan tersebut akan dilakukan Berdikari melalui pola bisnis ke bisnis, maupun bisnis ke ritel yang dijual melalui Gerai Daging Berdikari.
Dirut Berdikari, Harry Warganegara melanjutkan, bahwa saat ini pemerintah tengah membenahi sektor perunggasan nasional demi peningkatan kesejahteraan peternak rakyat. Oleh karena itu Berdikari sebagai BUMN mendukung penuh inisiatif pemerintah tersebut.
Baca Juga: Berdikari Gandeng Peternak Rakyat untuk Jaga Stabilitas Harga Ayam
Sejak tahun 2020, Berdikari telah membuka kerjasama kemitraan diawali dengan pemeliharaan ayam Final Stock (FS) bersama peternak rakyat baik yang tergabung dalam koperasi maupun berbadan hukum Perusahaan Terbatas (PT). Kini, peternak rakyat telah dapat bermitra dengan Berdikari terkait budidaya Parent Stock (PS).
Selain menjalin kerjasama budidaya dalam penyediaan Day Old Chick (DOC), pakan, dan vitamin untuk peternak rakyat, Berdikari juga melakukan penyerapan hasil produksi dari peternak berupa karkas ayam. Sampai dengan saat ini Berdikari telah menyerap lebih dari 50.000 ekor livebird.
Pimpinan dari BUMN yang telah berdiri sejak 15 Agustus 1966 tersebut menginstruksikan seluruh jajaran Berdikari agar semakin memaksimalkan peran sebagai BUMN Peternakan yang tergabung dalam BUMN Klaster Pangan melalui sinergi bersama berbagai pihak terkait.
Hal tersebut disambut antusias oleh peternak rakyat sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Koperasi Wirasakti Utama yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Gabungan Asosiasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Sugeng Wahyudi.
“Kita apresiasi upaya Berdikari untuk menyerap hasil budidaya ayam broiler dari sebagian peternak. Semoga aktivitas ini bisa ditindaklanjuti ke peternak2 lain. Sehingga peternak merasa terbantu karena budidaya ayamnya bukan saja bisa terserap, tetapi juga dengan harga yang wajar,” Jelas Sugeng Wahyudi dalam kesempatan terpisah.
Berdikari meyakini, dengan sinergi yang kuat, BUMN Klaster Pangan dapat bersama mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan pelaku industri pangan nasional. Untuk itu, sebagai langkah awal, peternak rakyat dapat mengajukan kerjasama kemitraan kepada Berdikari.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?
-
Setoran Pajak Kripto Tembus Rp1,93 Triliun, PMK Baru Jadi Angin Segar Exchange Lokal
-
Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS