Suara.com - Ammar Mandili Lubis CEO indohaircut menjadi salah satu potret Generasi Z Indonesia yang sukses di usia muda dalam bidang wirausaha.
Betapa tidak, pria berusia 21 tahun ini kini memiliki omzet ratusan juta rupiah dari usahanya yang bergerak di bidang kosmetik dengan sejumlah produk perawatan rambut yang dimilikinya.
Ammar begitu ia akrab disapa, menyebutkan bahwa dirinya awalnya tidak berpikir akan menjadi pengusaha.
Awalnya, Ammar hanya iseng membuat akun media sosial bernama indohaircut yang berisi tentang edukasi dan informasi seputar gaya dan model rambut terkini di Instagram pada tahun 2017.
Tak disangka, akun ini diikuti banyak followers dan mendapatkan respon positif.
Tidak hanya menanyakan terkait informasi model dan perawatan rambut, para followers juga menanyakan terkait rekomendasi produk perawatan rambut melalui direct message Instagram.
Melihat animo kaum muda yang begitu besar terhadap produk perawatan rambut seperti pomade dan sejenisnya, Ammar bersama sejumlah temannya secara otodidak membuat produk pomade miliknya sendiri.
Dengan modal seadanya dan diproduksi di rumah, Ammar kemudian mencoba memasarkan produknya lewat sosial media.
“Dulu sekitar tahun 2017 awalnya cuma bikin akun instragram, karena waktu itu banyak orang kalo abis potong rambut terus di post di Instagram, nah, awalnya kita cuma repost-repost foto itu. Setelah itu banyak orang yang nge-DM dan request produk. Dari situlah kita melihat pangsa pasar produk perawatan rambut begitu besar,” ungkap Ammar ditulis Senin (9/8/2021).
Baca Juga: Polisi Reka Ulang Detik-detik Pembunuhan Pengusaha Emas di Jayapura
Seiring berjalannya waktu, produk pomade yang dimiliki Ammar laris manis. Tidak hanya pomade, Ammar pun melebarkan bisnisnya dengan meluncurkan beragam produk kosmetik seperti hairmask, Clay dan sejenisnya yang menyentuh pasar kaum muda hingga lanjut usia.
Dari usaha yang awalnya hanya dilakukan di rumah, saat ini Ammar memiliki puluhan karyawan di pabrik kosmetik yang ia dirikan bernama PT Mandili Usaha Sentosa yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat.
Selain memiliki pabrik produksi, Ammar mendistribusikan produknya sendiri melalui platform digital yang bernaung dalam PT Pendar Budaya Indonesia, sebuah bisnis distribusi kosmetik miliknya.
Selain menggaet tenaga professional dalam proses produksi serta riset dan pengembangan, Ammar juga memberdayakan sejumlah warga yang berada di sekitar pabrik untuk ikut bekerja dalam proses produksi.
“Dulu awalnya, kita home industry bener-bener ngracik dan masak bahan sendiri di rumah, untuk melayani pesanan yang masuk lewat instagram. Dulu sempat dikomplain sama orang tua, karena kalau kita produksi rumah jadi agak kotor, akhirnya kita sempet cari rumah kontrakan untuk produksi dan 2020 kita bisa bikin pabrik pengelolaan sendiri di Bekasi,” ungkap pria yang saat ini juga mengambil studi di salah satu kampus di Singapura itu.
Dari penjualan produk perawatan rambut, kini Ammar dapat meraup omzet ratusan juta per bulannya. Kesuksesan itu diraih Ammar dari hasil pengorbanannya membagi waktu antara Pendidikan dan wirausaha.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Harga Emas Pegadaian Naik di Sabtu 4 Juli 2026
-
Harga Emas Antam Stabil di Sabtu 4 Juli, Tapi
-
Ekspor Indonesia Terancam Melambat, Tarif AS dan Harga Komoditas Bayangi Semester II 2026
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
-
Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap
-
Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City
-
Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh
-
Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru
-
Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050