Suara.com - Peraih medali Paralimpiade Tokyo dipastikan menerima bonus yang sama dengan peraih medali Olimpiade Tokyo, seperti yang disampaikan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Hal tersebut dikonfirmasi oleh Sesmenpora Gatot S Dewa Broto.
“Iya, sama,” kata Gatot, kepada Antara di Jakarta, Rabu (25/8/2021).
Peraih medali emas Olimpiade Tokyo menerima bonus sebesar Rp5,5 miliar, perak Rp2,5 miliar, dan perunggu Rp1,5 miliar.
Nominal ini lebih besar Rp500 juta dibanding penghargaan yang diterima peraih medali Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.
Apabila berkaca pada pengalaman Olimpiade Tokyo, penghargaan tak hanya diberikan kepada peraih medali. Untuk pertama kalinya, pemerintah juga memberikan apresiasi kepada para Olympian Tokyo. Masing-masing atlet mendapat Rp100 juta.
Pemerintah juga turut memberikan bonus kepada para pelatih. Sosok pelatih yang mengantarkan atletnya meraih medali emas berhak atas Rp2,5 miliar, perak Rp1 miliar, dan perunggu Rp600 juta. Sementara yang telah mendampingi atlet di Olimpiade menerima Rp 100 juta.
Namun Gatot belum dapat memastikan apakah apresiasi serupa akan diberikan kepada para atlet yang tampil di Paralimpiade Tokyo.
Indonesia mengirimkan 23 atlet dalam pesta olahraga penyandang disabilitas terbesar di dunia itu. Mereka akan bersaing pada tujuh cabang olahraga, yaitu badminton, atletik, renang, tenis meja, menembak, powerlifting, dan balap sepeda.
Kontingen Merah Putih ditargetkan membawa pulang lima medali dari Paralimpiade Tokyo dengan rincian satu emas, satu perak, dan tiga perunggu serta finis di urutan Ke-60 dalam klasemen perolehan medali.
Baca Juga: Kasus Dugaan Penipuan Rp 1,15 Miliar, Hari Ini David NOAH Diperiksa Polisi
Para-badminton diharapkan dapat menjadi tumpuan utama dengan target masing-masing satu medali emas dan perak.
Sementara cabang para powerlifting, para tenis meja, dan para atletik disebut memiliki peluang untuk menyumbang perunggu.
Berita Terkait
-
Kemenpora Pastikan Bonus Atlet Paralimpiade sama dengan Olimpiade Tokyo
-
Seragam Defile Kontingen Indonesia Mengusung Tema Keindahan dan Keragaman Budaya
-
Leani Ratri Oktila Masuk Jajaran Bintang Baru di Paralimpiade Tokyo
-
Top 5 Sport: Jadwal Pertandingan Atlet Indonesia di Paralimpiade Tokyo
-
Paralimpiade Tokyo: Syuci Indriani Terhenti di Babak Penyisihan 100m Gaya Kupu-kupu
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik
-
Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?
-
BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing
-
Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump
-
Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia
-
Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah