Suara.com - Bisnis logistik yang semakin dinamis membuat pelaku usaha membutuhkan layanan pengiriman barang yang mampu memberikan kepastian dan efisiensi.
Apalagi di tengah sinyal pemulihan ekonomi yang terus menguat, volume pengiriman barang antar daerah dan antar pulau di sejumlah pelabuhan utama juga terus meningkat.
Sampai semester I 2021, pelabuhan-pelabuhan utama yang berada di dua BUMN Pelabuhan, yaitu PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I dan Pelindo III mencatat arus peti kemas domestik sebanyak 1,97 juta Teus, meningkat double digit dibanding tahun 2020.
PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) terus melakukan terobosan di tengah meningkatnya alur logistik lewat laut. Pasalnya, jalur laut masih jadi sarana logistik yang kompetitif.
Commercial Director SPIL, Kusuma Oetomo mengatakan, salah satu terobosan itu yaitu, SPIL Prime. Konsumen yang menggunakan layanan ini, akan mendapatkan banyak keuntungan.
Seperti kepastian mendapat space kapal, kedatangan truk tepat waktu, jaminan kontainer siap pakai serta mendapatkan prioritas layanan di depo.
"Kami gembira melihat animo pelanggan-pelanggan kami sangat tinggi untuk menggunakan layanan SPIL Prime. Harapan kami, terobosan yang akan terus dilakukan SPIL akan mendukung terciptanya kepastian bisnis dan efisiensi di sektor logistik Indonesia, khususnya melalui angkutan laut," ujar Kusuma dalam keterangannya, Rabu (8/9/2021).
Kusuma mengungkapkan, sejak diperkenalkan kepada konsumen di awal Juli 2021, layanan SPIL Prime mendapatkan respon yang positif dari pelaku bisnis. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh makin tingginya volume pengiriman barang.
Digitalisasi ekonomi dan berkembangnya bisnis e-commerce terus memicu terjadinya kenaikan volume pengiriman barang melalui laut. Selain itu komoditas seperti bahan pokok dan bahan baku industri masih memegang peran utama dalam bisnis kargo domestik.
Baca Juga: 38 Truk Logistik Tertahan di Lembar Gegara PPKM, Harga Kebutuhan Pokok Terancam Naik
Kusuma menambagkan, layanan ini bisa menjadi alternatif bagi pelaku bisnis yang menginginkan kepastian dalam proses pengiriman barang secara efisien.
Selain memberikan jaminan pada beberapa fitur layanan, SPIL PRIME juga memberikan jaminan berupa money back guarantee dan penalti berupa potongan biaya jika SPIL tidak dapat memenuhi komitmen dari apa yang dijanjikan.
"Momentum pemulihan ekonomi Indonesia yang tampak pada Triwulan II-2021 tumbuh sebesar 7,07% (yoy), tertinggi dalam 16 tahun terakhir terus menjadikan produk andalan seperti SPIL Prime menjadi pilihan utama dalam sektor logistik," pungkas Kusuma.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'
-
Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara
-
Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump
-
Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA
-
Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan