Suara.com - Tak bisa dipungkiri selama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), perekonomian Indonesia selalu mentok pada angka lima persen pertumbuhannya. Dengan demikian, mimpi Jokowi untuk mencapai pertumbuhan tujuh persen setiap tahun belum terealisasi hingga saat ini.
Lantas apa yang menyebabkan ekonomi Indonesia selalu stagnan di angka 5 persen?
Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Didik J Rachbini memberikan solusi agar ekonomi Indonesia bisa melesat lebih dari lima persen.
"Sekarang kita bisa terobos stagnasi di angka lima persen, saya usulkan menggunakan strategi investasi, industri dan ekspor," kata Didik dalam Webinar INDEF pada Rabu (8/9/2021).
Menurut dia, sektor industri bisa diandalkan pemerintah dalam menjadi tulang punggung penggerak utama ekonomi. Dengan modal besar dan serapan tenaga kerja yang sama besar juga, dia meyakini sektor ini dapat mengerek laju pertumbuhan ekonomi mencapai tujuh persen.
"Kalau kita langkah dengan draf seperti ini saya yakin menuju enam persen, tujuh persen itu bisa dilakukan dengan backbone-nya industri," katanya.
Untuk itu, dia meminta pemerintah terus mendorong investasi ke sektor industri yang bernilai tambah.
Dengan begitu, negara bisa mendapatkan sumber pendapatan sekaligus mesin pertumbuhan ekonomi yang lebih masif.
Lebih dalam lagi, hasil produksi dari industri harus bisa diekspor. Proses ekspor produk ini juga harus dilakukan efisien.
Baca Juga: Ekonom INDEF Sebut Penurunan Harga Tes PCR Bisa Tingkatkan Tracing Covid-19
"Ketika ekspor, maka upaya efisiensi harus dilakukan oleh pabrik," kata Rektor Universitas Paramadina ini.
Didik menilai kekuatan ekonomi sebuah negara bisa diukur dari hasil produk yang dihasilkan.
Sehingga bisa menentukan nasib produk, ketika bersaing di pasar internasional. Kondisi ini bisa didukung oleh strategi investasi yang berkualitas dan berdaya saing.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Nilai Tukar Rupiah Anjlok di Hari Pertama 2026
-
Purbaya Ungkap Sisa Kas Negara Akhir 2025 Masih Ada Rp 399 Triliun
-
Pertamina Catat Kenaikan Konsumsi BBM dan LPG Selama Libur Nataru 2026
-
Purbaya Prihatin TNI Hanya Dikasih Nasi Bungkus saat Atasi Banjir Sumatra, Layak Diberi Upah
-
Emiten Tambang Ini Mendadak Diborong Awal 2026, Apa Alasannya
-
Percepat Pemulihan Pascabencana, BRI Dukung Pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh
-
6 Perusahaan Aset Kakap Masuk Antrean IPO, BEI Ungkap Prospek Sahamnya
-
Penentuan Kuota BBM bagi SPBU Swasta, Ini Kata Wamen ESDM
-
OJK Panggil Manajemen Indodax Imbas Dana yang Hilang, Apa Hasilnya?
-
Menyambut Tahun 2026, BRI Tegaskan Keyakinan pada Transformasi dan Strategi Pertumbuhan