Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku prihatin atas masih maraknya praktik korupsi yang dilakukan sejumlah kepala daerah. Dari catatannya hingga saat ini sebanyak 127 Kepala daerah menjadi terpidana kasus korupsi.
"Ada 127 kepala daerah yang menjadi terpidana kasus korupsi," kata Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (13/9/2021).
Menurut Sri Mulyani lemahnya tata pengelolaan keuangan daerah selama ini menjadi biang kerok masih tingginya angka korupsi disejumlah daerah.
"Kita juga melihat pengelolaan keuangan daerah belum optimal dengan indikasi besarnya belanja birokrasi seperti belanja pegawai dan belanja barang dan jasa yang rata-rata 59 persen dari total anggaran daerah dalam 3 tahun terakhir," katanya.
Atas maraknya aksi korupsi ini membuat indeks daya saing di daerah sangat rendah. Tak hanya itu kolaborasi antardaerah dalam menciptakan daya tarik, daya investasi, daya competitiveness dari daerah juga masih terbatas .
"60 persen daerah memiliki indeks daya saing sedang atau rendah berdasarkan survei dari BRIN tahun 2021," katanya.
"Dengan belum optimalnya kapasitas daerah yang menyebabkan semakin sulit mencapai tujuan bernegara," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Miris! 30 Persen Gaji Masyarakat untuk Bayar Ongkos Transportasi
-
Soal Kenaikan DMO, Bahlil: Kebutuhan Dalam Negeri Harus Dipenuhi Dulu
-
Pengusaha IHT Minta Pemerintah Membina, Bukan Binasakan Industri Tembakau
-
Bahlil: Realisasi Investasi Sektor ESDM Investasi Turun, PNBP Gagal Capai Target
-
Timothy Ronald dan Akademi Crypto Mendadak Viral, Apa Penyebabnya
-
Indonesia Raih Posisi Runner-up di Thailand, BRI Salurkan Bonus Atlet SEA Games 2025
-
Fenomena Demam Saham Asuransi Awal 2026, Kesempatan atau Jebakan Bandar?
-
IATA Awali Operasional Tambang di Musi Banyuasin, Gandeng Unit UNTR
-
Realisasi PNBP Migas Jauh dari Target, Ini Alasan Bahlil
-
APBN Tekor Hampir 3 Persen, Dalih Purbaya: Saya Buat Nol Defisit Bisa, Tapi Ekonomi Morat-marit