Suara.com - Para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil perlu mengetahui contoh surat lamaran kerja CPNS 2021 yang benar. Sebab, dokumen tersebut sangat diperlukan dalam proses seleksi administrasi.
Surat lamaran pekerjaan untuk mendaftar CPNS biasanya mengharuskan ditulis tangan. Instansi tertentu juga meminta pelamar untuk menuliskan surat lamaran dengan tinta warna hitam. Lalu seperti apa contoh surat lamaran kerja CPNS 2021 yang tepat?
Sama seperti surat lamaran kerja pada umumnya, di dalamnya wajib memuat identitas pelamar sekaligus posisi yang dilamar. Pelamar juga harus mencantumkan dokumen-dokumen yang dilampirkan sebagai syarat untuk melamar posisi CPNS. Syarat-syarat tersebut biasanya diinformasikan saat pengumuman pendaftaran CPNS.
Beberapa instansi biasanya mengumumkan jadwal serta syarat dan ketentuan proses seleksi CPNS di website masing-masing. Termasuk juga menampilkan contoh surat pernyataan dan format surat lamaran kerja.
Contoh Surat Lamaran Kerja CPNS 2021 Terbaru
Bagi pelamar CPNS yang masih bingung, berikut contoh surat lamaran kerja CPNS untuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek, dan Teknologi.
Yth. Menteri Pendidikan, Kebudayaan,
Riset,dan Teknologi
di
Jakarta
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : .......................................................
Tempat/Tanggal Lahir : .............., .......................................
Jenis Kelamin : .......................................................
Pendidikan : .......................................................
Kebutuhan Dilamar
Jalur : ................................
Jabatan : ...............................
Rencana Penempatan dan Kode Kebutuhan : ...............................
Alamat Domisili : .......................................................
Baca Juga: Dear Peserta Tes SKD CPNS 2021 Kemenkumham, Siapkan Ini Sebelum Ikut Tes
Dengan ini menyampaikan surat lamaran untuk dapat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2021.
Sebagai bahan pertimbangan, disampaikan berkas kelengkapan yang telah diunggah sebagai berikut:
1. Surat lamaran yang ditulis tangan dan ditandatangani sendiri dengan tinta hitam, ditujukan kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi;
2. Surat pernyataan;
3. KTP elektronik (e-KTP) asli;
4. Pasfoto berlatar belakang merah;
5. Ijazah asli;
6. Transkip/daftar nilai asli;
7. Sertifikat akreditasi Perguruan Tinggi dan Program Studi;*)
8. Surat keterangan asli dari dokter yang menerangkan tentang jenis dan/atau tingkat disabilitas yang dialami;**)
9. Asli akta kelahiran dan/atau surat keterangan lahir;***)
10. Asli surat keterangan dari Kepala Desa/Kepala Suku yang menyatakan bahwa orang tua (bapak dan/atau ibu) adalah asli Papua/Papua Barat.***)
Demikian surat lamaran ini dibuat. Adapun seluruh data dan dokumen yang saya berikan adalah benar. Apabila dikemudian hari ditemukan data yang tidak benar, maka saya menerima keputusan panitia membatalkan keikutsertaan/kelulusan saya pada seleksi CPNS Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2021. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
Hormat Saya,
ditandatangani
(Nama Lengkap)
*) berkas nomor 7 hanya berlaku bagi pelamar dengan kriteria formasi cumlaude.
**) berkas nomor 8 hanya berlaku bagi pelamar disabilitas yang melamar pada formasi disabilitas atau formasi umum atau khusus lainnya (selain formasi disabilitas).
***) berkas nomor 9 dan 10 hanya berlaku bagi pelamar dengan kriteria formasi putra/putri Papua dan Papua Barat
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri