Suara.com - Keselamatan di jalan harus menjadi perhatian semua pihak, tidak hanya tugas dari Pemerintah semata. Hal ini disebabkan banyaknya korban yang berjatuhan akibat kecelakaan ini.
Untuk ini, Perguruan Tinggi yang ada dibawah naungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam mewujudkan keselamatan bertransportasi.
Untuk membahas hal tersebut, Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) kembali menyelenggarakan Talkshow Series dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun 2021.
Talkshow series yang memasuki episode ke-7 ini menghadirkan Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal selaku host dengan mengambil tema "Peran PKTJ dalam Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan".
Dan pada episode kali ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, dan CEO PT. Krakatau Argo Logistics, David Rahadian, serta dipandu oleh Direktur PKTJ Tegal, Siti Maimunah.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan, disebutkan bahwa perusahaan angkutan umum wajib untuk membuat, melaksanakan dan menyempurnakan Sistem Managemen Keselamatan.
Hal ini bertujuan untuk mendorong peningkatan aspek keselamatan yang datangnya dari operator sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan yang cukup tinggi di Indonesia.
"Dalam peningkatan aspek keselamatan bertransportasi tidak hanya Pemerintah, operator dan pengemudi semata, namun kita bisa berkolaborasi untuk melakukan pembinaan atau penanganan dari pihak akademisi, dalam hal ini perguruan tinggi transportasi bawah Kemenhub seperti PKTJ Tegal," kata Budi dalam Talkshow Series episode ke-7 dengan tema 'Peran PKTJ dalam Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan' ditulis Rabu (22/9/2021).
Ia juga meminta Sekolah Transportasi untuk bisa mengambil peran yang menjadi bagian dari yang biasa lakukan. Seperti pembinaan, pelatihan dan monitoring, sehingga semakin banyak dan semakin cepat perusahaan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan.
Baca Juga: Bikin Ngakak! Kaesang Pangarep Sebut Kereta Ini Jadi Transportasi Persis Solo di Liga 2
Dijelaskan juga oleh Budi bahwa dalam sebuah perusahaan angkutan, resiko kecelakan harus dapat diansipasi. Dimana kecelakaan ini kita ketahui bersama tidak tiba-tiba namun dapat diantisipasi mulai dari hulu hingga hilirnya.
Seperti pembinaan SDM, kesiapan kendaraan dan juga psikologi awak kendaraan. Jika antara hulu dan hulirnya mendapat perhatian dengan baik maka kecelakaan dapat dihindari.
"Harus ditekankan di sini bahwa keselamatan merupakan faktor utama untuk menjalankan bisnis transportasi, karenanya hal ini harus menjadi perhatian para opetator. Dan untuk mendorong para operator melaksanakan Sistem Managemen Keselamatan kita dari Kementerian Perhubungan setiap tahunnya memberikan reward berupa klasifikasi bintang, makin banyak bintangnya maka perusahaan angkutan ini mendapatkan rekomendasi bagus. Sedangkan untuk punishment itu berupak sanksi yang ada dalam UU yang ada baik kepada perusahaan, pengemudi ataupun kendaraannya," katanya.
Sementara itu, Direktur PKTJ Tegal, Siti Maimunah mengatakan bahwa penerapan Sistem Managemen Keselamatan sangat penting, sebab hal ini menyangkut keselamatan dibidang transportasi, khusus jalan. Terlebih hingga saat ini korban kecelakan dari kendaraan bermotor masih cukup tinggi.
"Saya rasa banyak pihak yang menaruh perhatian dengan Sistem Managemen Keselamatan ini dan untuk menekan angka kecelakan, khusus pada angkutan umum diperlukan pembahasan yang intens agar semua pihak lebih aware terhadapn hal ini. Dan untuk ini, kami dari kalangan akademisi akan sangat siap jika diikutsertakan untuk berpartisipasi dalam melakukan pembinaan, pelatihan dan monitoring untuk penerapan sistem ini," katanya.
Pada kesempatan yang sama, CEO PT. Krakatau Argo Logistics, David Rahadian mengatakan bahwa sebagai operator angkutan logistik pihak telah menjalankan banyak sistem managemen untuk memperlancar usahanya, namun demikian pihaknya melihat Sistem Managemen Keselamatan sangat urgent dan harus diterapkan oleh managemen agar terhindar dari kerugian materi dan jiwa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'
-
Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara
-
Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump
-
Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA
-
Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan