Suara.com - Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berorientasi ekspor di kawasan Indonesia Timur khususnya yang terdampak pandemi COVID-19 dapat memanfaatkan fasilitas Pembiayaan Khusus Ekspor (PKE) dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
Fasilitas PKE LPEI yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 372/KMK/08/2020 ini disalurkan sebagai salah satu solusi untuk mendorong program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Pandemi COVID-19 telah memberikan tantangan bagi para pelaku usaha untuk mempertahankan kegiatan operasional agar tetap berjalan, menjaga tidak terjadi pengurangan karyawan dan tetap harus mencari peluang/pasar baru guna mempertahankan bisnisnya.
Pelaku usaha asal Indonesia Timur yang berlokasi di Makassar, PT Kevinindo Anugrah (Kevinindo) merasakan sejumlah tantangan tersebut. Perusahaan yang bergerak di bidang industri pembuatan kancing sejak tahun 2003 ini harus tetap memperjuangkan agar perusahaan tetap beroperasi sehingga 100 orang karyawannya tetap dapat bekerja.
Kevinindo telah melakukan ekspor kancing berbahan baku cangkang kerang ke manca negara dengan mayoritas ke Korea Selatan, Jepang dan Hong Kong. Keunikan produknya menjadi daya tarik tersendiri.
Selain artistik, produknya yang ramah lingkungan menjadikan Kevinindo semakin diminati oleh pasar Eropa. Bahkan, produk ini mendapat tempat khusus di pasar Eropa, khususnya bagi masyarakat di sana yang sangat peduli akan produk-produk yang ramah lingkungan.
Pemilik PT Kevinindo Anugrah, Bertha Toding mengatakan bahwa industri ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi, karena cangkang kerang sebagai bahan baku yang sudah digunakan membuat kancing, scrub-nya (ampasnya) dapat digunakan kembali untuk memproduksi kancing dengan ukuran yang lebih kecil. Jadi diupayakan tidak ada yang terbuang.
“Pada awal pandemi COVID-19, kami belum merasakan dampak signifikan kepada kegiatan usaha, hanya adanya keterbatasan dalam pengiriman barang saja. Kami juga sempat merasakan dampaknya yang cukup signifikan, karena terjadinya penurunan permintaan dari buyer-buyer kami, tetapi sekarang permintaan mulai naik,” ujar Bertha Toding.
“Kemudian LPEI datang dengan fasilitas PKE UKM LPEI ini sehingga kami merasa terbantu terutama dalam menjaga cashflow, dan kami bertahan untuk tidak ada pengurangan jumlah karyawan, sehingga strategi perusahaan harus kami sesuaikan,” jelasnya.
Baca Juga: Dorong Ekspor dari Indonesia Bagian Timur, LPEI Gelar Pelatihan UMKM di Sulawesi Utara
Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 100 orang karyawan dimana 60%-nya perempuan.
“Pekerjaan ini dibutuhkan ketelitian karena harus melakukan sortir kancing berdasarkan ukurannya dan perempuan memiliki keahlian itu,” tambahnya.
Corporate Secretary LPEI, Agus Windiarto mengatakan bahwa LPEI/ Indonesia Eximbank sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI mendapat Penugasan Khusus dari Pemerintah untuk mendukung eksportir UMKM di masa pandemi dalam menghadapi krisis global akibat pandemi COVID-19, dengan adanya program PKE UKM LPEI ini diharapkan dapat mendukung eksportir UMKM di Indonesia sehingga tetap dapat menjalankan kegiatan operasionalnya dan tetap memiliki daya saing.
Sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan, LPEI berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional melalui penyaluran fasilitas PKE kepada pelaku UKM berorientasi ekspor yang terdampak COVID-19. #LokalyangMendunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
IHSG Berbalik Menguat Pagi Ini, Saham TMPO Dijual investor
-
Tips Cerdas Berburu Mobil Bekas Melalui Lelang Agar Keuangan Tetap Terjaga
-
Panen Hujatan Usai Indonesia Digebuk Vietnam, Rizky Ridho Beri Jawaban Berkelas
-
Viral Tersangka Tambang Ilegal Foto Bareng Presiden, Diduga Mangkir Pemeriksaan
-
PNM Mekaar Jadi Bukti Nyata Kehadiran Pemerintah di Tepian Indonesia
-
Kejagung Akan Buktikan Kepemilikan Emas 74 Kg yang Disita dari Rumah Febrie Adriansyah
-
Karhutla Meluas di Ogan Ilir, Petugas Berjibaku Cegah Api Membesar
-
Membaca Sejarah Nama Bahasa Indonesia: Bahasa yang Mencerminkan Pikiran
-
Kenapa Zodiak Gemini Sering Dianggap Dua Muka?
-
Bukan Terbakar: Terungkap Misteri Penyebab Tewasnya Korban KMP Mutiara Sentosa 2