Suara.com - Penerimaan cukai tahun 2022 ditarget naik 11,9% menjadi Rp 203,9 triliun. cukai hasil tembakau (CHT) diprediksi turut naik dengan kebijakan ini.
Tarif CHT juga sudah diusulkan untuk naik di atas 20%, hal yang sama terjadi pula pada harga jual eceran (HJE) rokok.
Namun demikian, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Soekarwo berharap pemerintah tidak menaikkan tarif cukai sigaret kretek tangan (SKT) pada tahun 2022 demi perlindungan tenaga kerja.
Alasannya karena dikhawatirkan kenaikan tarif cukai SKT di tengah pandemi Covid-19 akan memberi dampak yang signifikan lantaran sektor ini menyerap ratusan ribu tenaga kerja
“Kalau cukai SKT dinaikkan, pengangguran akan luar biasa,” ujar Soekarwo, dikutip dari Solopos.com --jaringan Suara.com.
Pria yang pernah menjabat Gubernur Jawa Timur itu mengklaim, sekitar 70 persen pekerja di sektor SKT adalah perempuan yang merupakan tulang punggung keluarga.
Sementara, suami mereka pada umumnya merupakan pekerja atau buruh kasar yang bekerja serabutan akibat pandemi COVID-19.
Selain itu, ia mengatakan,kebijakan untuk tidak menaikkan tarif cukai SKT akan memberikan konsep keadilan dalam mengelola perekonomian.
Secara terpisah, Ketua Paguyuban Mitra Produksi Sigaret Indonesia (MPSI) Sriyadi Purnomo menyebutkan, MPSI kini berhasil menyerap sekitar 6.000 pekerja SKT tambahan pada 2021.
Baca Juga: Antusias Warga Menyaksikan Pertandingan Semifinal Sepak Bola Putri
Berkaitan dengan ini, Sosiolog Universitas Gadjah Mada, AB Widyanta menyampaikan, berapa saja nominal CHT yang diterapkan, pemerintah tidak boleh mengabaikan para petani tembakau.
Hal ini lantaran menurutnya, petani tembakau tidak lain adalah kalangan yang selama ini terpinggirkan hak-haknya yang harus dipenuhi semestinya turut dipertimbangkan dalam kebijakan cukai.
“Tak hanya petani, dampak kenaikan CHT juga terjadi pada kondisi buruh pabrik (sektor formal maupun informal), terutama yang berkaitan dengan SKT. Jika CHT dinaikkan dan produksi rokok makin menurun, para pekerja di sektor padat karya seperti SKT yang mayoritas perempuan akan terdampak langsung dengan pengurangan jam kerja hingga pengurangan upah,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Huawei Indonesia Terima Inspiration Award 2021 atas Kontribusi TIK Selama Pandemi COVID-19
-
Ritual Balala, Pembatasan Mobilitas dengan Kearifan Lokal ala Suku Dayak
-
Pekan Ini IHSG Perkasa, Menguat 4,06 Persen
-
Minta Ketersediaan Vaksin COVID-19, Bupati Jember Temui Menko Luhut
-
Positivity Rate Covid-19 di Medan Tersisa 2 Persen
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN