Bisnis / keuangan
M Nurhadi
Bitcoin atau mata uang virtual. (foto: www.coindesk.com)

Suara.com - Kebijakan negara El Savador yang mengadopsi kripto Bitcoin atau BTC sebagai salah satu moda pembayaran sempat menarik protes. Namun, belakangan makin banyak warga negara itu menukar uang mereka dengan BTC.

Disampaikan oleh Presiden Nayib Bukele melalui Twitter-nya, merujuk pada data yang diperoleh dari layanan dompet internal El Salvador, Chivo, banyak orang yang mendadak uang mereka denga BTC.

“Orang-orang memasukkan lebih banyak USD (untuk membeli #BTC) daripada yang mereka tarik dari ATM Chivo," ungkap dia.

Ia juga berharap, media setempat secara independen untuk mengkonfirmasi informasi di atas dengan mengunjungi ATM. Presiden Bukele lebih lanjut menyatakan bahwa Chivo telah melaporkan 24.076 permintaan pengiriman uang

Baca Juga: Peluang Investasi, Aset Kripto Diprediksi Bisa Dulang Cuan Besar

“Menambahkan hingga 3.069.761,05 dolar dalam satu hari,” kata dia.

Peningkatan permintaan penukaran BTC ini dianggap sentimen positif terhadap BTC mesk awalnya ditolak oleh banyak pihak.

Namun, pemerintah Salvador menawarkan berbagai subsidi untuk penggunaan Bitcoin seperti subsidi bahan bakar dan pembebasan pajak.

Saat ini, pemerintah El Salvador telah memasang lebih dari 200 ATM setelah mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, hal ini membuat negara itu memiliki ATM kripto terbesar ketiga setelah Amerika Serikat dan Kanada.

Mengutip laporan Cointelegraph via Warta Ekonomi, ATM di El Salvador melebihi jumlah ATM kripto Inggris setelah mengerahkan 205 ATM kripto, terutama untuk memfasilitasi transaksi Bitcoin lokal dan konversi Bitcoin ke dolar.

Baca Juga: Rupiah Pukul Balik Dolar AS, Menguat di Posisi Rp14.118

El Savador memang sangat bersemangat untuk berkembang bersama Bitcoin. Paling anyar, mereka alvador mengumumkan akan membangun rumah sakit hewan senilai 4 juta dolar menggunakan keuntungan yang diperoleh selama pasar bull Bitcoin.

Komentar