Suara.com - PT Ekagrata Data Gemilang (EDGE) anak perusahaan PT Indointernet Tbk (Indonet), akhir Oktober kemarin secara resmi meluncurkan fasilitas data center pertamanya EDGE1 yang dilengkapi dengan daya 6,0 MW yang didukung oleh konfigurasi dual power (“2N”) untuk redundansi dan keandalan, memungkinkan konektivitas latensi rendah dan transfer data lebih cepat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
EDGE1 Data Center berlokasi strategis di pusat kota Jakarta, dekat dengan Major Internet Exchange dan end user, memungkinkan konektivitas dengan latensi rendah dan transfer data yang lebih cepat.
Fasilitas ini merupakan data center yang dibangun khusus dengan total 8 lantai termasuk 5 lantai data hall yang dapat menampung hingga 1.300 rak.
“EDGE1 adalah batu loncatan kami dalam merintis edge data center di Indonesia dengan tujuan untuk menciptakan ekosistem yang saling terhubung dan dekat dengan end user untuk mendukung perkembangan bisnis digital di Indonesia. Kami berkomitmen untuk membangun fasilitas data center kelas dunia di pusat kota Jakarta dengan rencana ke depan untuk membangun kapasitas IT Load dari 40 MW untuk mendukung skalabilitas bagi pelanggan kami,” kata Stephanus Oscar, CEO EDGE DC ditulis Rabu (3/11/2021).
Menurut Philbert Shih dari Structure Research, pasar colocation Jakarta diperkirakan akan mencapai USD647 juta pada tahun 2026, tumbuh pada CAGR 21,2% antara tahun 2021 dan 2026.
Kombinasi dari ekonomi digital Indonesia yang berkembang pesat, percepatan adopsi cloud pada perusahaan, dan proliferasi perusahaan start-up, mendorong permintaan untuk colocation dan data center baru.
“Dengan semakin banyak bisnis yang beralih menggunakan teknologi dan adopsi digital yang lebih besar, menyediakan infrastruktur TI merupakan faktor penting untuk mendukung pertumbuhan bisnis kami. EDGE DC memberikan unique value proposition yang menggabungkan infrastruktur kelas dunia dengan lokasi strategis yang dekat dengan pusat jaringan utama Indonesia. Dengan manfaat tambahan dari rangkaian solusi jaringan Indonet, pelanggan di EDGE DC juga dapat menggunakan interkonektivitas berkecepatan tinggi yang diperlukan bagi bisnis agar dapat berkembang dengan cepat,” kata CEO Indonet, Karla Winata.
Untuk melayani pelanggan dengan kualitas layanan dan keandalan tertinggi, EDGE DC juga telah bermitra dengan PT DCI Indonesia Tbk (“DCI”). Di bawah kemitraan, perusahaan mengadopsi standar DCI dalam hal desain infrastruktur, standar operasional, keunggulan layanan, serta Service Level Agreement (SLA) terdepan sebesar 99,999% dimana downtime yang dapat ditoleransi kurang dari 5 menit per tahun.
“Kami sangat senang dengan hadirnya EDGE DC di bawah platform DCI untuk terus mendukung pertumbuhan bisnis pelanggan. Karena EDGE1 dan DCI masing-masing memiliki lokasi berbeda yang dilayani oleh sumber daya yang berbeda, ini merupakan kondisi ideal bagi keduanya untuk berperan sebagai Primary Data Center dan Disaster Recovery Center (“DRC”) untuk pelanggan atau bahkan sebagai Availability Zone (“AZ”) terpisah untuk penyedia cloud,” kata CEO DCI Indonesia, Toto Sugiri.
EDGE DC merupakan cloud and carrier-neutral data center yang memberikan fleksibilitas pilihan jaringan dan konektivitas bagi pelanggan. EDGE DC juga memiliki keunggulan tambahan dari solusi jaringan Indonet termasuk HyperScaleconneX (“HSX”), software-defined network yang menyediakan berbagai solusi konektivitas seperti Data Center ke Data Center (“DC to DC”), Data Center ke multi-cloud (DC to MultiCloud) dan Data Center ke Internet Exchange (DC to IX).
Lebih dari 55% total kapasitas di EDGE1 telah mendapatkan kontrak dari pelanggan, didorong oleh kepercayaan dan permintaan pelanggan yang kuat. Untuk mendukung skalabilitas pelanggan, EDGE DC memiliki rencana untuk membangun infrastruktur dengan total kapasitas lebih dari 40 MW IT Load di pusat kota Jakarta yang berlokasi dekat dengan EDGE1. Berdasarkan pernyataan Indonet pada April 2021, EDGE DC telah mengakuisisi situs kedua dengan luas tanah 6.000m2 di Jakarta.
Baca Juga: Telkomsigma Maksimalkan Operasional 18 Edge Data Center
“Kami bersyukur memiliki DCI Indonesia sebagai mitra platform yang memungkinkan kami untuk tumbuh lebih cepat dengan memberikan tingkat layanan yang sama kepada pelanggan kami. Perusahaan induk kami, Indonet, menyediakan jaringan penting dan infrastruktur konektivitas yang memungkinkan kami untuk menciptakan ekosistem yang saling terhubung di EDGE DC. Terakhir, kami menyambut Digital Edge sebagai pemegang saham mayoritas baru kami dan percaya bahwa pengalaman dan keahlian mereka di pasar data center global akan memastikan pertumbuhan yang kuat di sektor kami,” kata Stephanus Oscar, CEO EDGE DC.
“Kami berkomitmen untuk melayani pelanggan kami dan mendukung pertumbuhan bisnis digital di Indonesia melalui berbagai solusi bisnis Indonet dan khususnya data center EDGE. Dengan memanfaatkan ekosistem mereka yang kuat, EDGE DC berada di posisi yang tepat untuk menjadi penyedia layanan pilihan bagi pemain global, khususnya hyperscalers untuk memperluas jejak regional dan global mereka ke Indonesia,” kata Samuel Lee, CEO Digital Edge.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Pemerintah Janji Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Lebaran 2026
-
Harga Minyak Bergerak Liar Pagi Ini, Imbas Perang dan Tekanan di Selat Hormuz
-
Bahlil Imbau Publik Jangan Panik, Ini Penjelasan Soal Ketahanan BBM 21 Hari
-
Stok Pangan dan Energi Aman di Tengah Konflik Global
-
LPDB Kucurkan Rp47 Miliar, Dukung Proyek Fiber Optik Koperasi Pegawai Indosat
-
Menkeu Purbaya Beberkan Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
-
Bulog: Stok Beras dan Minyak Goreng Aman hingga Akhir 2026
-
Jasa Marga Terus Tambal Jalan Berlubang di Tol Japek hingga Jakarta-Tangerang
-
Petani Tembakau Curhat, Perusahaan Rokok Menyusut dari 5.000 Jadi 1.700
-
Jasa Marga Tebar Diskon Tarif Tol 30%, Catat Jadwalnya