- PT Jasa Marga mengebut perbaikan jalan tol prioritas seperti Japek, Jakarta-Tangerang, dan Cipularang menjelang Lebaran 2026.
- Perbaikan dilakukan meski intensitas lalu lintas sangat tinggi, bahkan terkadang harus dilaksanakan pada siang hari.
- Pengerjaan ditargetkan selesai seluruhnya sebelum 13 Maret 2026, dengan koordinasi waktu pelaksanaan bersama kepolisian.
Suara.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mengebut perbaikan di sejumlah ruas jalan tol menjelang periode mudik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan agar kondisi jalan tol sudah optimal saat volume kendaraan mulai meningkat.
Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A Purwantono, mengatakan beberapa ruas yang masih dalam proses pengerjaan antara lain Tol Jakarta–Cikampek (Japek), Tol Jakarta–Tangerang, serta Tol Cipularang. Menurutnya, pengerjaan tersebut tetap dilakukan meski lalu lintas kendaraan di ruas tersebut sangat tinggi.
"Jadi memang ini harus kami sampaikan ya, bahwa tadi disampaikan juga ke Mas Rifat ya, bahwa ini hujan ini memang lagi banyak sekali," ujar Rivan di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) Bekasi, Jawa Barat, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi kondisi jalan tol di sejumlah titik. Selain itu, intensitas lalu lintas yang sangat padat juga membuat proses perbaikan jalan harus diatur dengan cermat.
"Tangerang, Jakarta-Tangerang, atau Janger, Jakarta-Cikampek atau Japek, maupun Cipularang adalah merupakan ruas yang trafiknya cukup tinggi," katanya.
Rivan menyebut volume kendaraan di ruas-ruas tersebut bisa mencapai ratusan ribu kendaraan setiap hari. Kondisi tersebut membuat pengaturan waktu pengerjaan atau window time menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola jalan tol.
"Hampir di atas 400 ribuan per hari. Jadi biar saya kasih contoh Japek itu 447 ya. Bisa bayangkan satu menitnya saja itu 331 kendaraan yang lewat," ungkapnya.
Ia menambahkan proses perbaikan jalan tidak dapat dilakukan sembarangan karena harus menyesuaikan kondisi lalu lintas. Oleh karena itu, pihaknya selalu berkoordinasi dengan kepolisian untuk menentukan waktu pengerjaan yang paling memungkinkan.
"Jadi tidak mudah pasti mengatur window time. Dan pengaturan window time selalu kami melihat dari kepolisian atau Korlantas," tuturnya.
Baca Juga: Jasa Marga Tebar Diskon Tarif Tol 30%, Catat Jadwalnya
Lebih lanjut, Rivan menyebut dalam beberapa kondisi perbaikan jalan bahkan terpaksa dilakukan tidak hanya pada malam hari, tetapi juga pada siang hari. Hal ini dilakukan agar proses pemeliharaan dapat selesai tepat waktu sebelum masa mudik dimulai.
"Jadi sekarang kita kerjakan mulai tidak malam saja tapi siang kita terpaksa," tuturnya.
Ia memastikan seluruh pekerjaan perbaikan jalan yang masih berlangsung ditargetkan rampung sebelum periode mudik Lebaran dimulai. Dengan demikian, pemudik diharapkan dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman.
"Kita harapkan tanggal 13 selesai semua," kata Rivan.
Menurutnya, setelah tanggal tersebut tidak akan ada lagi pekerjaan besar di jalan tol selama masa mudik. Namun jika ditemukan kerusakan kecil seperti lubang jalan, perbaikan tetap akan dilakukan agar tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar.
"Jadi ini enggak usah khawatir kita akan 13 (Maret) selesai, dan pada waktu nanti juga tidak ada pekerjaan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM
-
Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya
-
Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad
-
Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan