- Ketersediaan pangan nasional dipastikan aman hingga akhir 2026 didukung stok beras pemerintah yang terus meningkat.
- Perum Bulog menguasai 3,74 juta ton beras per Maret 2026 dan mengoptimalkan penyerapan hasil panen.
- Pasokan minyak goreng Minyakita stabil melalui alokasi 46 juta liter bulanan kebijakan DMO Kemendag.
Suara.com - Ketersediaan pangan nasional berada dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini terutama terlihat dari stok beras pemerintah yang terus meningkat, serta pasokan minyak goreng yang tetap terjaga.
Berdasarkan data Perum Bulog per Senin (9/3/2026) di Jakarta, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini dikuasai mencapai sekitar 3,74 juta ton. Kondisi tersebut diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi masyarakat, terutama menjelang berbagai momentum penting sepanjang tahun.
Stok tersebut bahkan diproyeksikan masih akan terus bertambah dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini seiring dengan berlangsungnya panen di berbagai daerah serta upaya penyerapan gabah dan beras petani oleh BULOG yang dilakukan secara intensif.
Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen dalam negeri untuk memperkuat cadangan beras pemerintah.
“Dengan adanya panen di berbagai daerah serta upaya penyerapan yang terus kami lakukan, kami memproyeksikan stok tersebut akan meningkat dan pada akhir Maret dapat mencapai kisaran 4,5 hingga 5 juta ton,” ujarnya, ditulis Selasa (10/3).
Dengan kondisi cadangan yang terus meningkat tersebut, pemerintah juga memastikan tidak ada rencana impor beras tahun ini.
Indonesia kembali berada pada posisi swasembada beras karena produksi dalam negeri dinilai mampu mencukupi kebutuhan nasional.
Selain beras, pemerintah melalui BULOG juga memastikan ketersediaan minyak goreng tetap aman di pasaran. Pasokan minyak goreng bersubsidi Minyakita terus mengalir setiap bulan melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dari Kementerian Perdagangan.
Melalui kebijakan tersebut, BULOG memperoleh alokasi sekitar 46 juta liter Minyakita setiap bulan. Jumlah ini dinilai cukup untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga minyak goreng di tengah kebutuhan masyarakat yang cukup tinggi.
Baca Juga: Ekspor Beras ke Arab Saudi Berisiko Terganggu Akibat Perang AS dan Israel vs Iran
Tak hanya dua komoditas utama tersebut, sejumlah bahan pokok lain juga terpantau dalam kondisi cukup. Berdasarkan pemantauan di berbagai daerah, harga sejumlah komoditas sembako relatif stabil dan terkendali di pasaran.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Pemerintah menilai ketersediaan pangan nasional berada dalam kondisi aman sehingga tidak ada alasan untuk menimbun bahan pokok.
Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa pemerintah terus memantau kondisi stok dan distribusi pangan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
“Tidak perlu ada kepanikan di masyarakat. Stok pangan nasional dalam kondisi aman dan pemerintah terus memastikan ketersediaannya. Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara wajar,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Agrinas Tawarkan Pengadaan Pikap Kopdes Merah Putih, Toyota: Harga Tidak Ketemu
-
Wujud Swasembada Pangan, Menteri Trenggono Cek Kesiapan Kampung Nelayan Merah Putih di Bantul
-
Pemerintah Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Siap-siap! Pemerintah Siap Salurkan Bantuan Pangan Buat 33 Juta Orang
-
Bos Bulog Jamin Beras yang Diekspor untuk Jamaah Haji Berkualitas Super Premium
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda