- Menteri ESDM memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga Hari Raya Idul Fitri 2026 untuk lindungi daya beli masyarakat.
- Keputusan ini diambil meskipun harga minyak mentah global (USD 83,45/barel) melebihi asumsi ICP APBN 2026 (USD 70/barel).
- Pemerintah mempercepat transisi energi nabati serta menjamin stok BBM nasional saat ini berada pada level aman.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, setidaknya hingga Hari Raya Idul Fitri 2026.
Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi dampak fluktuasi harga minyak mentah dunia yang terus bergejolak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Berikut adalah laporan lengkap mengenai situasi ketahanan energi dan kebijakan subsidi nasional per Rabu (11/3/2026):
Dalam keterangannya di Istana Kepresidenan, Bahlil menegaskan bahwa perlindungan terhadap daya beli masyarakat menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian global.
Keputusan untuk mempertahankan harga BBM subsidi ini telah dibahas secara intensif bersama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
"Saya dapat memastikan untuk menyangkut subsidi BBM sampai dengan Hari Raya, insya Allah tidak ada kenaikan apa-apa. Negara hadir untuk memastikan bahwa sekalipun ada kenaikan harga minyak mentah dunia, subsidi tetap konsisten," ujar Bahlil.
Berdasarkan data pasar pada Rabu (11/3/2026), harga minyak mentah global terpantau mulai stabil setelah mengalami volatilitas ekstrem di awal pekan.
Posisi Saat Ini: Harga minyak dunia bertahan di atas level USD 80 per barel, tepatnya pada kisaran USD 83,45 per barel.
Kilas Balik: Sebelumnya, harga sempat melonjak tajam menembus angka USD 100 hingga USD 119 per barel akibat pecahnya perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang mengancam pasokan dari Selat Hormuz.
Baca Juga: Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
Analisis Anggaran: Harga saat ini masih jauh melampaui asumsi Indonesia Crude Price (ICP) dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar USD 70 per barel. Selisih USD 10-13 per barel ini diakui pemerintah berpotensi memperlebar defisit anggaran subsidi energi.
Untuk mengurangi ketergantungan pada minyak fosil impor yang sangat sensitif terhadap konflik geopolitik, pemerintah mempercepat transisi ke energi nabati.
Mandatori Biofuel: Pemerintah tengah menggagas percepatan mandatori pencampuran minyak nabati melalui program B50 (biodiesel) dan E20 (bioetanol).
Diversifikasi Pasokan: Bahlil menjelaskan bahwa meski impor minyak mentah (crude) terdampak situasi Timur Tengah, kebutuhan minyak jadi di Indonesia didukung oleh produksi dalam negeri dan impor dari wilayah Asia Tenggara yang relatif lebih stabil.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebih (panic buying). Bahlil menyatakan bahwa stok BBM nasional saat ini berada pada level aman, yakni dengan kapasitas simpan (storage) untuk rentang waktu 21 hingga 25 hari.
Kapasitas ini dinilai mencukupi karena proses distribusi dan pengisian ulang terus berlangsung secara dinamis tanpa kendala teknis.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Bergerak Liar Pagi Ini, Imbas Perang dan Tekanan di Selat Hormuz
-
Harga Minyak Dunia Melambung Tinggi, CORE Usul Perketat Distribusi BBM Subsidi
-
Nilai Tukar Rupiah Menguat Seiring Turunnya Harga Minyak Dunia
-
Kalang Kabut! Purbaya Terhimpit, Bahlil Terjepit
-
Pemerintah: Harga BBM Tidak Akan Naik hingga Lebaran
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM
-
Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya
-
Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad
-
Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan